Forum Menulis Mahasiswa Institut

Senin, 21 September 2015

Saweu Gampong Sahabat FOMIA



Tersenyum, bahagia. Sesederhana kamu yang menjadi alasan dibalik tawa seseorang dan itu membuatmu ikut tertawa. Begitu yang aku rasakan, bahkan mungkin yang juga ikut mereka teman-teman FOMIA rasakan. Bahkan lelah dan penat akan hari-hari sebelumnya terasa hilang dan tergantikan, selembut senyuman anak-anak di gampong cot tunong ketika menyambut kedatangan kami yang datang sedikit terlambat karena becak barang yang mogok. 


Mereka telah menanti disana, dengan penuh tanya, apa yang akan mereka dapatkan hari ini. yah, semangat besar di dalam diri anak-anak kecil yang polos. Sesuatu yang akan mereka rindukan ketika beranjak dewasa nanti, layaknya kita yang terkadang rindu akan masa kecil itu.
Lagi-lagi, dasar anak-anak, mereka berlari dan berebutan duduk di tempat paling depan ketika acara akan dimulai. Antusiasnya mereka. 


      

 Kegiatan dimulai dari seorang abang FOMIA yang sedikit bercerita tujuan kami kesini. Tentang FOMIA, tentang gerakan membumikan budaya membaca dari “one day one page” dan tentang harapan besar untuk adik-adik kami. Ya, karena itu kami disini sekarang. 


Dan kemudian diambil alih tempat, abang FOMIA yang lain mengenalkan seberapa penting membaca dan mencoba menumbuhkan minat dalam diri si wajah-wajah mungil didepan kami. Wajah-wajah yang tanpa dosa ketika menjawab pertanyaan, “lebih memilih menonton atau membaca?”, seperti dikomando, mereka serentak menjawab lebih memilih membaca dan pada kenyataannya itu tidak benar. Kembali diuji dengan pertanyaan, “akankah mereka tetap membaca/belajar ketika tayangan anak yang disukai tayang di TV, contohnya film upin-ipin?” lagi-lagi jawabannya mereka akan tetap memilih membaca. Kami tersenyum mendengarnya. 

Tak menunjukkan wajah bosan, acara kembali dilanjutkan dengan ajakan untuk adik-adik menjaga kebersihan diri yang kebetulan disampaikan oleh salah satu kakak dari Akbid Munawwarah yang ikut bekerja sama dalam kegiatan ini. “mandi tiga kali sehari, gosok gigi dua kali sehari, rajin cuci tangan dan sebagainya menjadi jawaban dari adik-adik kecil setiap ditanya”. Dan tentu jawaban yang disertai wajah penuh senyuman tanpa dosa.

Diselingan sebagai bentuk penghargaan karena semangat mereka. Kami memberi hadiah dengan syarat adik-adik harus bisa menjawab pertanyaan sederhana yang kami berikan. Wajah-wajah kecil yang sedang serius menjawab pertanyaan, seperti membaca hafal beberapa surat pendek yang dipilih, nama-nama nabi yang dilantunkan tanpa terbolak balik dan juga soal-soal penambahan biasa. Lalu wajah-wajah kegirangan karena hadiah kecil yang mereka dapatkan. Dan sesederhana itu, kami merasa wujud kebahagiaan itu terlihat jelas.
Di akhir acara, kami memutarkan beberapa video motivasi untuk anak-anak agar mereka tau seberapa pentingnya belajar dan membaca. Dan juga video tentang mimpi-mimpi kecil salah seorang abang FOMIA yang satu persatu bisa dicapainya, hanya sebagai pengingat agar mereka tidak takut bermimpi .Lalu setelahnya kami memberikan santunan buku yang terbungkus rapi untuk setiap anak yang disambut girang dengan tangan-tangan mungil mereka yang terulur lebar. 

Meski bukan hal besar yang kami lakukan hari ini tapi kami datang dengan ketulusan hati yang terbuka lebar, belajar berbahagia ketika mampu membahagiakan orang lain. Mesti tidak mampu untuk mengubah dunia, tapi mungkin ada beberapa orang yang dunianya berubah karenanya. Bahkan dunia kamipun berubah.
Kami dan 55 anak yang tak mengenal satu sama lainnya sebelumnya, mencoba berbagi, tertawa dan bahagia hari ini. 


_20 September 2015
Gampong Cot Tunong
(Terima Kasih untuk semua Sahabat FOMIA yang telah bekerja keras).




0 komentar:

Posting Komentar