Tersenyum, bahagia. Sesederhana kamu yang
menjadi alasan dibalik tawa seseorang dan itu membuatmu ikut tertawa. Begitu
yang aku rasakan, bahkan mungkin yang juga ikut mereka teman-teman FOMIA rasakan.
Bahkan lelah dan penat akan hari-hari sebelumnya terasa hilang dan tergantikan,
selembut senyuman anak-anak di gampong cot tunong ketika menyambut kedatangan
kami yang datang sedikit terlambat karena becak barang yang mogok.
Mereka telah menanti disana, dengan penuh
tanya, apa yang akan mereka dapatkan hari ini. yah, semangat besar di dalam
diri anak-anak kecil yang polos. Sesuatu yang akan mereka rindukan ketika
beranjak dewasa nanti, layaknya kita yang terkadang rindu akan masa kecil itu.
Lagi-lagi, dasar anak-anak, mereka berlari dan berebutan duduk di
tempat paling depan ketika acara akan dimulai. Antusiasnya mereka.
Kegiatan dimulai dari seorang abang FOMIA yang
sedikit bercerita tujuan kami kesini. Tentang FOMIA, tentang gerakan membumikan
budaya membaca dari “one day one page” dan tentang harapan besar untuk
adik-adik kami. Ya, karena itu kami disini sekarang.
Dan kemudian diambil alih tempat, abang FOMIA
yang lain mengenalkan seberapa penting membaca dan mencoba menumbuhkan minat
dalam diri si wajah-wajah mungil didepan kami. Wajah-wajah yang tanpa dosa
ketika menjawab pertanyaan, “lebih memilih menonton atau membaca?”, seperti
dikomando, mereka serentak menjawab lebih memilih membaca dan pada kenyataannya
itu tidak benar. Kembali diuji dengan pertanyaan, “akankah mereka tetap
membaca/belajar ketika tayangan anak yang disukai tayang di TV, contohnya film
upin-ipin?” lagi-lagi jawabannya mereka akan tetap memilih membaca. Kami
tersenyum mendengarnya.
Tak menunjukkan wajah bosan, acara kembali
dilanjutkan dengan ajakan untuk adik-adik menjaga kebersihan diri yang
kebetulan disampaikan oleh salah satu kakak dari Akbid Munawwarah yang ikut
bekerja sama dalam kegiatan ini. “mandi tiga kali sehari, gosok gigi dua kali
sehari, rajin cuci tangan dan sebagainya menjadi jawaban dari adik-adik kecil
setiap ditanya”. Dan tentu jawaban yang disertai wajah penuh senyuman tanpa
dosa.
Diselingan sebagai bentuk penghargaan karena
semangat mereka. Kami memberi hadiah dengan syarat adik-adik harus bisa
menjawab pertanyaan sederhana yang kami berikan. Wajah-wajah kecil yang sedang
serius menjawab pertanyaan, seperti membaca hafal beberapa surat pendek yang
dipilih, nama-nama nabi yang dilantunkan tanpa terbolak balik dan juga
soal-soal penambahan biasa. Lalu wajah-wajah kegirangan karena hadiah kecil
yang mereka dapatkan. Dan sesederhana itu, kami merasa wujud kebahagiaan itu
terlihat jelas.
Di akhir acara, kami memutarkan beberapa video
motivasi untuk anak-anak agar mereka tau seberapa pentingnya belajar dan
membaca. Dan juga video tentang mimpi-mimpi kecil salah seorang abang FOMIA
yang satu persatu bisa dicapainya, hanya sebagai pengingat agar mereka tidak
takut bermimpi .Lalu setelahnya kami memberikan santunan buku yang terbungkus
rapi untuk setiap anak yang disambut girang dengan tangan-tangan mungil mereka
yang terulur lebar.
Meski bukan hal besar yang kami lakukan hari
ini tapi kami datang dengan ketulusan hati yang terbuka lebar, belajar
berbahagia ketika mampu membahagiakan orang lain. Mesti tidak mampu untuk
mengubah dunia, tapi mungkin ada beberapa orang yang dunianya berubah
karenanya. Bahkan dunia kamipun berubah.
Kami dan 55 anak yang tak mengenal satu sama
lainnya sebelumnya, mencoba berbagi, tertawa dan bahagia hari ini.
_20 September 2015
Gampong Cot Tunong
(Terima Kasih untuk semua Sahabat FOMIA yang telah bekerja keras).






0 komentar:
Posting Komentar