Riza
Khairini
Disebuah rumah ada satu keluarga yang hidupnya sederhana, tapi, dalam
keluarga tersebut ada seorang anak yang merasa hidupnya selalu dianggap bahwa
dirinya selalu salah.
Zizi : ibu, aku pergi sekolah dulu ya bu!!!
Ibu Ena: iya nak, hati-hati dijalan.
Lalu zizi pun menemui ibunya, dan mencium kedua telapak tangan ibunya dan
meminta izin pamit untuk berangkat ke sekolah.
Dan zizi mempunyai seorang kakak namanya Ani.
Bu Ena orangnya baik, ramah, tapi ibu Ena punya penyakit jantung yang kadang-kadang
sakitnya kambuh tanpa disadari olehnya, ibu Ena mudah sedih jika ada seseorang
yang menyinggung perasaannya, dan di ketika ibu Ena sudah sedih disitulah
penyakit buk Ena kambuh, terkadang anak-anak bu Ena harus menjaga sedikit
perasaan ibunya, dan terkadang ada salah
satu dari anak bu Ena pernah menyakiti perasaan buk Ena.
Tak lama kemudian zizi sudah pulang sekolah, dan ketika ia
pulang sekolah, ibunya sedang memasukkan padi ke dalam karung yang telah
dijemur setengah hari ketika ia pergi ke sekolah tadi pagi, lalu zizi langsung
masuk ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya dan dalam hati nurani zizi, zizi
ada untuk membantu ibunya yang sedang memasukkan padi sediri tanpa ada orang lain
yang membantunya, dan belum sempat zizi mengganti pakaiannya, handphone zizi
bunyi, kemudian zizi mangambil handphonennya lalu membaca pesan dari temannya
yang memang penting dengan sekolah zizi, lalu zizi merebahkan dirinya ke kasur
yang ada di kamarnya, dan tanpa di sengaja zizi tertidur selama lebih kurang 3
menit.
Kak Ani : zizi, kamu sudah
pulang? Buka pintu nya dek, kakak mau masuk.
Kemudian zizi terkejud dari tidurnya dan segera membuka pintu kamarnya.
Zizi: iya kak.
Kak Ani: ya allah dek, kamu tidur ya di kamar, kamu tidak lihat ibu sedang
apa di luar, kamu sama sekali tidak membantunya.
Zizi benar-benar tidak menyangka bahwa ucapan kakaknya itu salah, padahal
zizi baru pulang sekolah 5 menit yang lalu, dan dia belum sempat mengganti
pakaian nya karena tadi temannya mengirim pesan kepada zizi.
Zizi: bukan begitu kak, zizi tidak menyadari kalau zizi tertidur.
Tanpa kata-kata apapun dari kak Ani, ia langsung pergi ke dapur untuk
memasak.
Dan kemudian zizi pun menyusul kakaknya ke dapur untuk membantu kakaknya
yang sedang memasak, lalu zizi mencoba membantu untuk memotong sayuran yang
sudah dibeli oleh kakaknya di pasar, dan tak lama kemudian ibunya pun masuk
kerumah lalu pergi ke dapur,
Ibu Ena: lho zi, kamu sudah pulang?
Kak Ani: sudah dari tadi bu dia pulang, tidur dia bu dikamar pas Ani
pulang dari pasar tadi (menyindir)
Ibu Ena: ya allah anak ini benar-benar tidak melihat ibunya sedang apa di
luar sana sendirian tidak afa seorangpun yang membantunya.
Zizi:Ya allah kak ani, zizi tidak sadar bahawa zizi sudah ketiduran selama
3 menit
kak, itu memeng benar-benar tidak sengaja kak.
Ibu ena: sudahlah nak, memang ibu sudah begini setiap hari, mengerjakan
sesuatu tanpa ada oran lain yang membantu.
Lalu zizi tersinggung dengan pengucapan ibunya, seolah-olah zizi tidak
menghiraukan mereka yang ada di rumah dan apa yang mereka lakukan setiap hari,
dan seolah-olah zizi tidak memperdulikan mereka sama sekali. Dan tanpa disadri
emosi zizi sudah tidak bisa dikendali lagi, pisau yang ada di tangan zizi yang
sedang memotong sayr zizi banting ke lantai secara emosional, zizi emosi dengan
perasaan yang selalu mereka menyalahkan zizi, dan zizi merasa dia selalu yang
dianggap salah.
Zizi: kalian kenapa tidak percaya sih dengan apa yang aku katakan, kalian
pikir aku tidak melihat kalian capek dengan apa yang kalian lakukan setiap hari
dirumah, kaliann fikir aku hanya enak-enakan saja, kenapa kalian selalu menilai
diriku ini salah?
Ibu ena: ya allah nak,
baru itu ibu katakan kamu sudah berani membangkang ibu, kamu sudah berani
menyahut ibumu sendiri nak, dimana akhlak mu nak? (ibu ena sedih)
Zizi sudah tidak bisa
menjawab apa-apa lagi, airmata zizi jatuh berlinang, ia tidak menyangka bahwa
ia akan menyakiti hati bunya dengan kata-kata tersebut, padahal zizi tudak
bermaksud untuk menyakiti hati ibunya, ia hanya mencoba mengungkapkan kebenran
yang ssebenarnya terjadi.
Zizi hanya bisa
mengutarakan semua di hatinya, dia sudah tidak bisa lagi mengatakan yang
menjadi hak nya, dalam hati zizi berkata ” ya Allah jika memang ini salahku
ampunilah hambamu ini ya allah, ia telah membuat jatuh air mata seorang iu yang
telah melahirkannya, ya allah apa aku salah untuk mengatakan yang sebenarnya,
kenapa selalu aku yang disalahkan di keluarga ini, kenapa semua orang berburuk
sangka kepadaku. Ya allah jika seorang ibu mengira kepada anaknya hal yang
tidak benar apakah anaknya tidak boleh menjawab dan mengatakan yang sebenarnya,
tetapi kenapa ketika si anak menjawab yang sebenarnya, ibunya berkata “sekarang
kamu sudah berani membangkang dan menyahut ibumu sendiri” ya allah kenapa bisa
begini ya allah, siapa yang benar dan siapa yang salah, dan kenapa ibu hamba
menangis karena hamba, padahal hamba tidak bermaksud untuk menyakiti hatinya”.
Hanya engkau yang tau
apa yang di maksud oleh hambamu ya allah!!!
Selesai







0 komentar:
Posting Komentar