Forum Menulis Mahasiswa Institut

Senin, 19 Oktober 2015

Siapa Benar Siapa salah



Tulisan Sahabat Fomia
Riza Khairini

Disebuah rumah ada satu keluarga yang hidupnya sederhana, tapi, dalam keluarga tersebut ada seorang anak yang merasa hidupnya selalu dianggap bahwa dirinya selalu salah.
Zizi       : ibu, aku pergi sekolah dulu ya bu!!!
Ibu Ena: iya nak, hati-hati dijalan.
Lalu zizi pun menemui ibunya, dan mencium kedua telapak tangan ibunya dan meminta izin pamit untuk berangkat ke sekolah.
Dan zizi mempunyai seorang kakak namanya Ani.
Bu Ena orangnya baik, ramah, tapi ibu Ena punya penyakit jantung yang kadang-kadang sakitnya kambuh tanpa disadari olehnya, ibu Ena mudah sedih jika ada seseorang yang menyinggung perasaannya, dan di ketika ibu Ena sudah sedih disitulah penyakit buk Ena kambuh, terkadang anak-anak bu Ena harus menjaga sedikit perasaan ibunya, dan  terkadang ada salah satu dari anak bu Ena pernah menyakiti perasaan buk Ena.

     Tak lama kemudian  zizi sudah pulang sekolah, dan ketika ia pulang sekolah, ibunya sedang memasukkan padi ke dalam karung yang telah dijemur setengah hari ketika ia pergi ke sekolah tadi pagi, lalu zizi langsung masuk ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya dan dalam hati nurani zizi, zizi ada untuk membantu ibunya yang sedang memasukkan padi sediri tanpa ada orang lain yang membantunya, dan belum sempat zizi mengganti pakaiannya, handphone zizi bunyi, kemudian zizi mangambil handphonennya lalu membaca pesan dari temannya yang memang penting dengan sekolah zizi, lalu zizi merebahkan dirinya ke kasur yang ada di kamarnya, dan tanpa di sengaja zizi tertidur selama lebih kurang 3 menit.
Kak Ani        : zizi, kamu sudah pulang? Buka pintu nya dek, kakak mau                                 masuk.
Kemudian zizi terkejud dari tidurnya dan segera membuka pintu kamarnya.
Zizi: iya kak.                                          
Kak Ani: ya allah dek, kamu tidur ya di kamar, kamu tidak lihat ibu sedang apa di luar, kamu sama sekali tidak membantunya.
Zizi benar-benar tidak menyangka bahwa ucapan kakaknya itu salah, padahal zizi baru pulang sekolah 5 menit yang lalu, dan dia belum sempat mengganti pakaian nya karena tadi temannya mengirim pesan kepada zizi.
Zizi: bukan begitu kak, zizi tidak menyadari kalau zizi tertidur.
Tanpa kata-kata apapun dari kak Ani, ia langsung pergi ke dapur untuk memasak.
Dan kemudian zizi pun menyusul kakaknya ke dapur untuk membantu kakaknya yang sedang memasak, lalu zizi mencoba membantu untuk memotong sayuran yang sudah dibeli oleh kakaknya di pasar, dan tak lama kemudian ibunya pun masuk kerumah lalu pergi ke dapur,
Ibu Ena: lho zi, kamu sudah pulang?
Kak Ani: sudah dari tadi bu dia pulang, tidur dia bu dikamar pas Ani pulang dari pasar tadi (menyindir)
Ibu Ena: ya allah anak ini benar-benar tidak melihat ibunya sedang apa di luar sana sendirian tidak afa seorangpun yang membantunya.
Zizi:Ya allah kak ani, zizi tidak sadar bahawa zizi sudah ketiduran selama 3                                 menit kak, itu memeng benar-benar tidak sengaja kak.
Ibu ena: sudahlah nak, memang ibu sudah begini setiap hari, mengerjakan sesuatu tanpa ada oran lain yang membantu.
Lalu zizi tersinggung dengan pengucapan ibunya, seolah-olah zizi tidak menghiraukan mereka yang ada di rumah dan apa yang mereka lakukan setiap hari, dan seolah-olah zizi tidak memperdulikan mereka sama sekali. Dan tanpa disadri emosi zizi sudah tidak bisa dikendali lagi, pisau yang ada di tangan zizi yang sedang memotong sayr zizi banting ke lantai secara emosional, zizi emosi dengan perasaan yang selalu mereka menyalahkan zizi, dan zizi merasa dia selalu yang dianggap salah.
Zizi: kalian kenapa tidak percaya sih dengan apa yang aku katakan, kalian pikir aku tidak melihat kalian capek dengan apa yang kalian lakukan setiap hari dirumah, kaliann fikir aku hanya enak-enakan saja, kenapa kalian selalu menilai diriku ini salah?
Ibu ena: ya allah nak, baru itu ibu katakan kamu sudah berani membangkang ibu, kamu sudah berani menyahut ibumu sendiri nak, dimana akhlak mu nak? (ibu ena sedih)
Zizi sudah tidak bisa menjawab apa-apa lagi, airmata zizi jatuh berlinang, ia tidak menyangka bahwa ia akan menyakiti hati bunya dengan kata-kata tersebut, padahal zizi tudak bermaksud untuk menyakiti hati ibunya, ia hanya mencoba mengungkapkan kebenran yang ssebenarnya terjadi.
Zizi hanya bisa mengutarakan semua di hatinya, dia sudah tidak bisa lagi mengatakan yang menjadi hak nya, dalam hati zizi berkata ” ya Allah jika memang ini salahku ampunilah hambamu ini ya allah, ia telah membuat jatuh air mata seorang iu yang telah melahirkannya, ya allah apa aku salah untuk mengatakan yang sebenarnya, kenapa selalu aku yang disalahkan di keluarga ini, kenapa semua orang berburuk sangka kepadaku. Ya allah jika seorang ibu mengira kepada anaknya hal yang tidak benar apakah anaknya tidak boleh menjawab dan mengatakan yang sebenarnya, tetapi kenapa ketika si anak menjawab yang sebenarnya, ibunya berkata “sekarang kamu sudah berani membangkang dan menyahut ibumu sendiri” ya allah kenapa bisa begini ya allah, siapa yang benar dan siapa yang salah, dan kenapa ibu hamba menangis karena hamba, padahal hamba tidak bermaksud untuk menyakiti hatinya”.
Hanya engkau yang tau apa yang di maksud oleh hambamu ya allah!!!

      Selesai 

0 komentar:

Posting Komentar