Forum Menulis Mahasiswa Institut

Photo Bersama Setelah Pelatihan Blog

Pelatihan Membuat Blog Bersama Komunitas Aceh Blogger .

Pelatihan Menulis

Dengan Komunitas Rangkang Sastra.

Saat Mengikuti Kompetisi

Pembuatan Film Dokumenter di Lhokseumawe yang Diadakan Oleh KPK.

Photo Bersama

Peserta dan Panitia Film Documenter Oleh Juang Cinema Community.

Saweu Panti Asuhan

Muhammadiyah Gandapura Cabang Bireuen .

Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 September 2016

Sebelum Menjadi Komisaris


Karangan Teguh
 FOMIA


Satu hari sebelum terpilihnya aku sebagai komesaris. Aku sudah menduga dengan filingku. Yang bahwa pada saat pemilihan komesaris nantinya aku pasti akan terpilih menjadi seorang komesaris.
Pas keesokan hari-nya, senin 24 Agustus 2015 adalah hari ke enam aku masuk kuliah setelah mengikuti masa Orientasi Pekenalan Akademik Kampus.
Yang masuk ke ruang pertama kali pada saat itu adalah Dosen waliku Ibuk Yessi Aswita yang menggantikan Bapak Muhammad Yusuf Yahya yang berhalangan pada waktu itu. Lalu ibuk Yessi menanyakan kepada kami semua yang ada di dalam ruangan pada waktu itu, “apa ada komesarisnya??”.
Lalu kami menjawab dengan serentak, “belum buk”.
            Lalu Ibuk Yessi mengatakan, jadi. “Sekarang kita pilih komesarisnya terlebih dahulu”. Ada dua orang dari temanku yang duduknya paling belakang, Mengatakan, “Teguh buk, Teguh buk”.
Suaranya pun sangat lantang dan sangat jelas sekali, sehingga membuat semua orang yang ada di dalam ruang pada waktu itu lihat ke sumber suara tersebut. Dan aku pun melihat ke sumber suara tersebut siapa yang mengusulkanku sebagai komesaris pada saat itu. Padahal, pada saat itu Ibuk Yessi belum meminta pendapat dari siapa-siapa. Akan  tetapi mereka sudah lebih duluan mengatakan “Teguh buk, Teguh buk”.
            Setelah itu, ibuk Yessi pun meminta pendapat dari teman-temanku semua yang sejurusan denganku. Siapa yang mereka pilih sebagai komesarisnya, yang pertama ibuk Yessi meminta pendapat kepada Haris Munandar, siapa yang dia pilih sebagai komesarisnya ternyata Haris pun memilih aku,.
Selanjutnya ibuk Yessi meminta pendapat dari Khairullah siapa yang dia pilih sebagai komesaris ternyata Khairullah pun memilihku, dan pendapat yang selanjutnya ibuk Yessi meminta pendapat dariku siapa yang aku pilih sebagai komesaris, aku mengatakan. “Haris buk”.
Setelah itu ibuk Yessi meminta pendapat kepada temanku yang berada tepat di depanku. Namanya Zikri Azzahri. Zikri pertamanya melihat kepadaku yang berada tepat di belakangnya. 
Setelah itu. Zikri juga sempat melirik ke belakang, kepada “Haris dan Kharullah” yang berada paling belakang. Dan duduknya pun berseblahan antara Haris dan Khairullah.
Zikri juga sempat ragu-ragu pertamanya, siapa yang harus dia pilih sebagai komesarisnya. Kalau menurutku sih Zikri akan memilih Haris sebagai kemesarisnya karena Zikri sempat melihat kebelakang kepada Haris. Tapi entah kenapa akhirnya Zikri juga memilih aku, mungkin ada ancaman atau apa dari Haris sehingga Zikri tidak jadi memilih Haris, tapi sebelum menjawab Zikri sempat melihatku sekali lagi mungkin untuk menyakinkan pilihannya.
Dan akhirnya yang keluar dari mulut temanku itu "Teguh buk”.
Setelah itu giliran temanku yang perempuan, Sriwahyuni, dia juga memilihku, dan giliran Afriani temanku yang terahir, dia juga memilihku sebagai komesaris. Dan setelah semua mendapatkan satu kesempatan untuk memilih, hasil akhir dari pemilihan komesaris tersebut jatuh kepadaku. Aku pun tidak dapat mengatakan apa-apa pada saat itu yang bisa aku lakukan pada saat itu hanyalah diam seribu bahasa. Di karenakan di ruang tersebut bukan Cuma Prodi Hukum Islam saja.  Akan tetapi empat prodi.
Lalu ibuk Yessi pun mengatakan sesuatu setelah semuanya mendapatkan satu kesempatan untuk memilih komesaris. “Teguh”. Ini bukan ibuk yang memilih “Teguh” sebagai komesaris. Akan tetapi teman-teman Teguh sendiri yang memilih Teguh sebagai komesaris.
Pada saat itu di ruang tempat terpilihnya aku sebagai komesaris bagi Prodi Hukum Islam. Ada beberapa jurusan, diantaranya; jurusan Pendididkan Agama Islam (PAI), jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA), dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI).
Setelah terpilihnya aku sebagai komesaris pada hari itu. Dan setelah habisnya waktu mata kuliah yang di gantikan oleh ibuk Yessi, dan ibuk Yessi pun pergi meninggalkan kami di ruang, lalu teman-temanku yang sejurusan denganku semuanya menghampiriku sambil mengucapkan kata-kata selamat, kamu telah terpilih menjadi seorang komesaris.
Terpilihnya aku ini. Aku yakin yang bahwa ini karena keberanian aku saat sebelum menjabat sebagai seorang komesaris.
Ceritanya begini, pada saat aku belum menjabat sebagai seorang komesaris, kami terlebih dahulu harus mengisi SKS (Sistem Kredit Siswa). Pada saat itu yang sudah mengisi SKS Cuma dua orang. Aku dan Sriwahyuni.
Tapi teman aku yang lain belum mengambil SKS. Aku nanya kepada mereka, “apa sudah mengambil SKS?”. Mereka menjawab, “belum”.
Kalau belum, “apa lagi”, ambil sana cepat ujarku kepada mereka.
Nah. Disinilah awal dari ceritanya, mereka tidak berani masuk menjumpai ibuk Yessi untuk memintak SKS.
Mereka harus melibatkan aku juga dalam memintak SKS sama ibuk Yessi, mungkin dengan keberanian aku inilah aku terpilih menjadi seorang komesaris. Atau dengan sebab lain. Maaf  pembaca ya, bukan maksud aku untuk membanggakan diri disini. Akan tetapi ini adalah sebuah motivasi bagi pembaca semua. Mungkin ada dari pembaca yang ingin menjadi seorang komesaris pada suatu saat nanti, maka lakukanlah seperti apa yang aku lakukan saat itu sehingga terpilih menjadi seorang komesaris. Dan bukan Cuma itu. Aku juga yakin bahwa terpilihnya aku pada saat itu di karenakan adanya persengkokolan antara Haris dan Khairullah. Karena pada saat itu mereka duduknya berseblahan.
 Dan ternyata benar pembaca.
Terpilihnya aku saat itu bukan Cuma karena keberanianku saja. Akan tetapi, karena ada persengkokolan antara Haris dan Khairullah. Sehingga aku terpilih menjadi seorang komesaris pada saat itu.
Lalu kami berempat keluar dari ruangan, dan aku pun langsung menanyakan kepada Haris. “Haris!!”, Sebenarnya kamu ingin juga menjadi komesaris kan?, pambaca ingin tau apa jawaban-nya Haris pada waktu itu.
“Ya. Teguh”.
Tapi kenapa kamu pilih aku tadi?. Pada saat ibu Yessi meminta pendapat dari kamu siapa yang kamu pilih, Kenapa nggak kamu aja??. Kamu katakan tadi pada saat ibu Yessi meminta pendapat dari kamu.
Pembaca ingin tau?.
Apa jawabanya Haris....!!!
 Karena aku sudah pernah merasakannya Teguh. Rupanya benar pembaca, hahwa terpilihnya aku bukan Cuma dengan keberanian aku saja, tapi juga di karena ada persengkokolan antara Haris dan Khairullah untuk memilih aku sebagai Komesaris pada saat itu.
Karena aku sudah pernah merasakan gimana jadi ketua Guh,.
Lalu aku pun mengatakan kepada Haris, “aku juga pernah Ris” merasakan apa yang pernah kamu rasakan gimana menjadi seorang ketua.

Ini ceritaku, cerita yang pernah aku ceritakan kepada Haris pada waktu itu. Supaya pembaca semua juga tau gimana cerita aku sebelum aku menjadi seorang Mahasiswa di kampus Institut Agama Islam AlMuslim Aceh. Sekaligus saat ini aku di percaya oleh teman-temanku sebagai komesaris.

Minggu, 21 Februari 2016

Penyesalan

Tulisan Sahabat FOMIA
Karya : Raihan 




Kisah ini menceritakan tentang kehidupan seorang pemuda yang sangat sabar dan sangat setia, Pada suatu hari sang pemuda tersebut tertarik kepada seorang wanita yang bernama Maya sehingga Rizal mendekatinya, seiring berjalan waktu Rizal sudah sangat mencintai Maya hingga Rizal memutuskan untuk mengungkapkan perasaannya kepada maya di sebuah cafe dan maya pun menerima Rizal sebagai pacarnya. Minggu pertama hubungan mereka semuanya berjalan lancar, kelancaran itu bertahan hingga 2 tahun 5 bulan, ketika itu Maya sudah mulai cuek dengan Rizal
Hingga pada suatu hari Maya selingkuh dengan seorang pria yang tampan, seminggu berjalan perselingkuhan Maya akhirnya diketahui oleh Rizal lalu Maya berkata kepada Rizal : “ Maafkan aku ya karena telah menduakanmu”. Rizal : “ iya gak apa-apa aku tau koq gimana rasanya kalau cinta, sehingga aku tak pantas melarang cintamu terhadapnya”. Maya : “ jadi gimana hubungan kita?”. Rizal : “kita lanjutin aja hubungan ini, aku rela kamu duakan”. Dua bulan perselingkuhan Maya bertahan. Dan saat Maya putus dengan pria itu ia menceritakan kepada Rizal : “ kamu yang sabar ya, aku yakin kamu akan dapat yang lebih baik darinya”.
Dua bulan kemudian Maya kembali selingkuh dan kembali putus akan tetapi ia juga mencurahkan isi hatinya kepada Rizal, Rizal pun berkata “ gak apa-apa, setelah itu ia kembali selingkuh dengan lelaki lain hingga pada suatu hari Rizal menghubungi Maya
Rizal   : Sayang
Maya : Iya
Rizal   : hari ini aku ingin ketemu kamu dan aku ingin kasih suatu hadiah yang paling kamu inginkan
Maya  : tapi aku ada janji dengan si xxx
Rizal  : oke, gini aja soal sudah sudah selesai ketemuan dengan dia kamu temuin aku di Cafe biasanya, Plis!!!
Maya : iya oke
        Pada  jam 14.15 Maya tiba di Cafe yang biasa mereka ketemu, dan Rizal
Memberi sebuah kado kepada Maya sambil berkata “ sayang hari ini mungkin jadi
hari terakhir kita bedua seperti ini, aku ingin memberi sesuatu yang kamu inginkan
yaitu aku kasi kesempatan padamu untuk mengucapkan putus, dan kado itu sebagai
tanda perpisahan kita dan hari ini hari ulang tahunku, bahkan kamu tak
mengingatnya, terimakasih atas apa yang telah kau berikan. Lalu Rizal pergi
meninggalkan Cafe tapi Maya menangis dan menyesal karena ia telah merasa
kehilangan seorang yang sangat setia dan perhatian.

Kesimpulan : “ kehadiran seseoarang akan sangat berarti saai ia bukan lagi milik
kita”.


Kamis, 19 November 2015

Dibalik Dia yang Terlihat

Dia sosok yang menginspirasi banyak orang untuk menulis hingga menciptakan sebuah wadah kecil yang bernama fomia dengan harapan akan besar suatu saat nanti. Meski tanpa dorongan dari banyak pihak, tak pernah membuat niatnya surut dengan mimpi yang terlanjur membuncah dalam hatinya. Dengan ucapan doa, ia coba wujudkan mimpinya hingga tepat tanggal 24 April 2014, terbentuklah sebuah organisasi mahasiswa yang bernama “Forum Menulis Mahasiswa Institut Almuslim”  atau yang lebih dikenal dengan singkatan FOMIA.
            Agus Salim, begitulah nama panjang yang menyemat pada sosok tinggi kurus dengan warna kulit hitam manis yang menjabat sebagai ketua umum fomia. Namun mungkin, akan banyak orang yang tak tau nama lengkapnya tersebut karena ia lebih popular dipanggil dengan nama Agsal yang disingkat dari dua kata namanya.

            Cukup menarik untuk dibahas, karena diusia mudanya namun ia telah cukup menorehkan banyak ide-ide kreatif yang mampu menginspirasi banyak orang. Agsal adalah seorang pemuda yang aktif diorganisasi baik didalam kampus maupun diluar kampus, jadi tidak mencengangkan ketika ia mempunya ruang lingkup pergaulan yang luas.

            Namun dibalik semua sisi terbaiknya, aku menemukan sedikit keanehan ketika mengatahui sikapnya ketika mengambek. Sempat dibuat tertawa besar karena hal itu. sungguhlah tidak salah jika seseorang itu merajuk atau mengambek tapi yang menurutku, itu menjadi hal yang lucu adalah karena semua prestasi dan pencapaian yang dia dapatkan, mulai kudapati sedikit celah, aku melihat sikap kekanak-kanakannya :D

Rabu, 18 November 2015

Surat Terakhir


Kenangan-kenangan yang indah, takkan pernah sirna… itu akan menjadi sebuah memori yang begitu berbekas dalam hidup. Di saat apapun, dimanapun, ia akan selalu hidup. Dulu aku pernah berbicara tentang cinta. Di 15 april 2003, dengan alun-alun hujan yang deras membasahi insan yang melewatinya. Saat itu aku ingin jadi pelindung, namun aku malah kena hantaman keras seorang wanita. Tawaranku melindunginya dari bebasahan hujan tak dihiraukan. Saat itu memang agak sedikit sedih, namun aku mengunduh waktu. Bersabar dalam ketidakmungkinan. Bodohnya aku saat itu……
Di 16 september 2005, aku ditangkap satpam salah satu dayah modern. Masuk tanpa ijin dan dihujani cercaan penuh emosi, hanya untuk bisa melihatnya dalam sekilas. Saat itu di tingkat dua, ku lihat seseorang berjelbab panjang berdiri melamun menopang dagunya. Saat itu aku juga tidak tau apakah itu dia atau bukan. Tapi untuk penghibur hati sampai dirumah, seseorang yang kulihat tadi kuanggap dia…
Awal tahun 2007,aku harus lari tunggang langgang setelah mendengar suara ibunya memanggil dari kejauhan, saat itu kami berada di “rangkang cinta”… ia lari lewat belakang, dan aku harus lari sembunyi dirumah teman. Kejadian itu juga berulang saat kakaknya patroli diwilayah sekitar.
Di 7-7-2007 aku berjanji akan menunggunya hingga 7-7-2010. Lewat sebuah hp yang belum lama ku miliki. Di 8-7-2007 ku ukir janji itu bersama sebuah lirik lagu india disebuah kayu rangkang cinta dipinggir bukit :D… walaupun ditahun 2008, ku hapus semuanya karena kekesalan terhadap keadaan.
Di pertengahan tahun 2008 kuputuskan ikatan dengannya, dengan keadaan hati yang masih cinta. Lalu setahun penuh kami berpisah.Selebihnya, pertemuan. Sesekali bertengkar… dan sama-sama menangis. Lucu bila diingat. Semuanya menghiasi setiap hari-harinya sampai detik ini. Dan aku yakin, ia juga punya sesuatu kenangan yang tidak aku ketahui… banyak sekali, dan tak mungkin ku urai malam ini.
Hingga sampai hari kemarin. Saat kuputuskan sebuah keputusan tegas namun sakit… sesuatu yang harus dilakukan dan tak dapat dipungkiri. Yang jelas malam kemarin, bukan malam terhapusnya semua kenangan-kenangan yang ada. Perjalanan yang panjang sekali. Lebih panjang daripada dugaanku. Ceritanya yang dimulai dari sebuah pandangan pertama di 2002, seorang anak perempuan yang rambutnya selalu di cocang saat kesekolah, kini telah berakhir di 13 desember 2010. 8 tahun bukan waktu yang singkat untuk saling memahami. Dan aku yakin, persahabatan yang terjalin hingga saat ini tak akan hilang begitu saja. Meskipun sering salah paham, dan saling menangis, aku yakin itu karena miss komunikasi, karena keadaan yang merentang sehingga kami tidak bisa berpapasan sebagaimana biasanya, juga perasaan sedikit malu-malu, sedikit takut dan sebagainya.….
Aku yakin inilah jalan yang terbaik yang digariskan oleh Sang Khaliq, disaat waktuku tak bisa untuk berusaha. Semua keinginan tak mesti harus terwujud.  Lihatlah aku laptop, wajahku indah malam ini bukan?. Taukah apa yang ku bayangkan? …
Jarang sekali orang merasakan cinta seindah ini……
Bila waktu kita adalah kesalahpahaman…
Tolong aku dengan kata maafmu…
Kau yang disana…
bukan niat untuk sengaja menyakiti, tapi keputusan inilah yang menjadi jalan pembuka untuk ku dan untuk mu…
wahai kau yang sedang memimpikanku,takkan kulupakan persahabatan ini,
kecuali bila aku amnesia karena darah ini, atau mati ditelan waktu…
syukurku kepada Sang Khaliq karena telah mengenal kamu… begitu banyak pelajaran yang aku petik dari kejadian ini… Allah Maha Adil…

14 desember 2010Surat Cinta Terakhir                    

Sabtu, 14 November 2015

Kepadamu yang Membuat Luka

“Kepadamu yang Membuat Luka”
by : Teguh Saputra

          Assalamualaikum, Wr.Wb....!!! 
Aku minta maaf, “mungkin”, aku tidak bisa bersamamu untuk selamanya. Apabila kamu bertanya, kenapa???, aku akan menjawabnya dengan apa yang aku rasakan untuk saat ini, karena aku pernah kecewa dengan sifatmu, mungkin kamu pun bertanya, kecewa yang bagaimanakah yang kamu rasakan??. Tentu, aku akan menjawabnya, “pernah kah kamu ingat?, di saat kamu menanyakan kepadaku dulu !!, ciri-ciri seseorang yang bagaimanakah yang kamu sukai??”. Apakah kamu masih ingat dengan itu?, apa jawaban dari aku?. Jujur kan !, pesan yang pertama aku tulis di pesan.


          Aku mau bertanya sama kamu. Apakah kamu masih ingat saat lebaran dulu?, yang sebenarnya aku bersama dengan sahabat baikku Mursal tidak ada rencana sama sekali mau ke laut. Tapi, setelah aku dan sahabat baikku Mursal pulang dari rumahmu, aku baru ada rencana mau ke laut, karena aku mengetahui bahwa kamu bersama dengan teman-temanmu mau ke laut. Aku pun berencana ke laut karena aku ingin melihat kamu sampai di sana. Tapi, apa yang aku lihat saat itu, kamu tau??, Cuma kebohongan mu saja, yang aku lihat, sehingga yang  membuat aku merasakan sangat kekecewaan yang mendalam. Karena telah mempercayaimu.
          Di saat aku nanyak kamu saat itu, apa kamu sudah Shalat Asar apa belum?, kamu Cuma mengatakan aku lagi mau Shalat ini. Lalu Mursal sahabatku mengatakan kepadaku, “Teguh” di sini tidak ada tempat Shalat. Dan aku pun melihat di sekeliling ku. Dan itu benar apa yang di katakan oleh sahabatku Mursal.
          Akan aku kasih tau sedikit tentang diriku di sini, aku tidak akan menyuruh orang lain Shalat, sebelum diriku sendiri belum menunaikannya. Ini entah benar entah salah yang ku dengar dari dirimu saat itu, kamu saja belum Shalat apa suruh-suruh orang.
          Setelah itu, aku dan sahabatku baikku Mursal, berjalan-jalan di pinggiran laut, lalu Mursal melihatmu di sana bersama dengan teman-temanmu. Dan Mursal pun bilang sama ku,” Teguh”, itu Mutia. pertama aku juga tidak percaya,  dengan apa yang di katakan oleh sahabatku. Tetapi, setelah aku yang melihat kamu dengan mata kepalaku sendiri, aku baru benar-benar percaya, dengan apa yang di katakan oleh sahabatku, “Mursal”.
          Lalu aku menelpon kamu lagi. Untuk menanyakan kepadamu, apa kamu sudah Shalat Asar apa belum untuk kesekian kalinya. Tapi apa jawaban dari kamu, kamu tau??, jawabannya tetap sama seperti di awal aku menelpon kamu, lagi mau Shalat ini. Jawaban darimu, mau Shalat tapi tidak ada kamu lakukan kan??. Itu lah yang membuat aku sangat kecewa sama kamu.
Aku tidak akan mau marah lagi sama kamu. Kamu ingin tau kenapa?. Karena aku pernah marah sekali sama kamu, di saat lebaran juga, di saat itu. Aku dan sahabatku Mursal, dan bersama dengan dua orang adik sepupuku datang kerumah mu. Pas lebaran waktu itu lagi musim rambutan di tempatmu. Ya kamu  pasti tau sendiri kan, gimana ceritanya??.
Maaf pembaca ya, bukan Teguh ingin membuat pembaca penasaran dengan cerita ini, tapi akan Teguh ceritakan pada cerita yang lain, makanya tunggu cerita selanjutnya. Cerita dan kisah ini belum berakhir sampai disini. Cerita ini masah terus berlajut sampai menjadi sebuat buku atau novel yang menginspirasikan kepada semua. 
          Sebenarnya, aku benar-benar suka dan cintaku hanya untukmu seorang, dan karena Allah aku mencintaimu. Tetapi, setelah kejadian waktu itu, aku ingin melupakanmu untuk selama-lamanya. Walau pun masih ada kesempatan untukmu itu sangat kecil sekali, itu pun kalau kamu bisa memanfaatkannya kesempatan itu.
          Aku kasih tau sama kamu ya, setelah kejadian di laut waktu itu, sampai-sampai aku tidak bisa tidur semalaman terus memikirkan kejadian itu. Untung saja aku tidak jatuh sakit.

Dan malamnya aku tulis cerita ini, cerita yang benar-benar terjadi yang sedang kamu baca saat ini, dan bukan kamu saja membaca cerita ini melainkan semua orang yang telah ber Gabung di Grup FOMIA, termasuk kamu di dalamnya.
          Aku ucapkan terima kasih banyak kepadamu yang telah membuat luka ini,  dan dengan kejadian itu cerita ini hadir kepada penggemarku, dan juga sebagai sebuah motivasi bagi pembaca semua.
          Akan aku kisahkan sedikit tentang hubungan kita,  apabila mungkin kamu bertanya kepadaku. Gimanakah hubungan kita, aku akan menjawabnya, cukup sampai di sini dulu hubungan kita. Apabila nanti Allah menjodohkan kita, Insha Allah kita akan bertemu kembali dan bersatu, mungkin untuk saat ini aku lebih baik begini dulu untuk sementara waktu.
          Jangan pernah kamu katakan aku ini kejam, telah berbuat seperti ini kepadamu. Tapi coba kamu pikirkan sendiri apa yang pernah kamu lakukan kepadaku dulu.
          Jangan juga kamu berfikir kepadaku, aku membalas kejahatan dengan kejahatan.
          Kamu yang memberikan kepadaku Harapan, Warna-warni, tapi kamu juga yang mengahancurkan harapanku saat itu. Kalau boleh aku umpamakan aku ini umpama Zainuddin  di Flim Tenggelamnya.Kapal.Van.der.Wijck . kamu lah Hayatiku, tapi apa, kamulah yang menghancurkanku saat itu dengan kebohonganmu.
          Di akhir cerita ini Teguh Saputra, sebagai penulis dari cerita ini meminta maaf terutama sekali kepadamu Mutia ku, mungkin aku tidak bisa menepati janji-janji yang pernah aku ungkapkan kepadamu selama ini. Dan juga kepada semua yang ada sangkut pautnya dalam cerita ini.
          Nantikan cerita selanjutnya,


Sekian dan terima kasih
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,WASSALAM,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,





Selasa, 20 Oktober 2015

Coretan Hati

                 Teriakan Sang ORATOR Aksi “ PUTRI”

                                             By: Agsal



“Siapa.. Kau disana, Merajut hari dengan mimpi Menyulam rindu tiada henti, Langkah nafas yang lelah, Basah peluh beribadah, Kau disana Mengapa, Ruku dan sujud dalam arah, Cahaya bersinar nan kemilau, Duduk dan berbaring dalam harap”

Putri Itulah nama seorang gadis belia yang tinggal disebuah desa di mana dalam kesehariannya ia dikenal dengan sosok yang ramah, sopan, lembut, bahakan mudah berteman. Namun dibalik sikapnya yang penuh bergelora tersebut ia juga punya satu keunikan yang ada padanya tersebut membuat seorang pemuda sebut saja ia sang Orator.
Itulah ia si gadis putri malu yang dengan sikap keluguaannya, ia juga kadang dapat membuat banyak mata tertuju padaya, mulai dari yang berada sekampung dengannya, satu sekolah bahkan hingga satu kampus dimana tempat  sekarang ia menimba ilmu. Hehehe. J hingga suatu ketika  saat ia sudah dipertemukan dengan sang Orator tiba-tiba ia berubah drastis.
Awalnya biasa saja, disaat pertemuan pertama dalam sebuah Aksi Keramaian dalam perjuangan menuntuk hak-hak keadilan rakyat dengan suara sorak lantang saat meneriakkan kata demi kata dalam bait-bait kalimat tuntutan kepada pihak penguasa negeri seribu kasta yang sering meresahkan anak bangsa.
Pemuda itu terus saja berdiri tegak sambil memegang microfon yang ditangannya selembar kertas kemudian dengan suara lantang ia meneriakkan
 “hidup mahasiswa.. hidup mahasiswa...”
Ia Tak menyadari bahwa saat sedang berteriak keras dibawah teriknya sinaran matahari yang tak sedikitpun bersahabat pada hari itu tiba-tiba terlihat dengan sebuah pandangan dalam keramaian  disana telah berdiri tegak seorang anak muda meskipun ia berbeda talenta tapi semangat sorak lentangnya sangat menggugah semangat dan tenaga sang Orator yang kembali beraksi dengan Sorakan Bait-bait kalimat tuntutan anak muda bangsa pada sang penguasa, Itulah ia sosok putri.

Hingga pada suaatu ketika Sang Orator pun dilanda penasaran dengan sosok putri, sampai saat suatu hari sang  Orator datang singgah dikampusnya putri ia berjumpa dan menatap malu-malu, ibarat bunga sang putri malu.

Dengan sebuah untaian kata kutuliskan putri mengapa di kau mesti “Malu” , dan resah serta gelisah, karena ku tau meskipun engkau malu tapi dirmu itu ibarat bunga putri malu yang saat didekati daun-daunnya yang dapat secara cepat menutup "layu" dengan sendirinya.
Putri tak usah engkau “malu” meski ini juga akan mengusik saat kau “tertidur” dan “terbangun” ketika matahari bersinar.



LOVE IS NOT WAIT TIME

LOVE IS NOT WAIT TIME

By: Agsal RJ


“Mata Aman Berkaca-kaca Saat Membaca Isi dari Surat Burung Titipan Nadine yang harus memutuskan untuk melakukan sebuah Pengorabanan Perasaan  Cinta yang berawal dari Suara merdu pada sebuah Nyanyian Bait-demi Bait dalam Lirik Lagu Perahu Kertas, Yang mengawali perjumpaan Aman dan Nadine, Hingga Mereka saling Mencintai tapi tidak Berani mengungkapkannya dengan Alasan Waktu yang Masih Terlalu Singkat



Suatu Ketika disebuah desa terpencil hidup seorang nenek tua yang mempunyai satu orang cucu remaja bungsu dengan tampang sederhana kulit sawo matang dan berambut ikal yang kesehariaanya disamping mencari nafkah dengan mengembara sapi untuk mencukupi kebutuhan bersama neneknya ia juga adalah seorang guru ngaji dibalai desa tempat ia tinggal
***
Aman, Sebut saja namanya Aman...??! Kenapa demikian, itu karena dengan adanya pemuda tersebut setiap orang yang berada disekelilingnya akan selalu merasa Aman dan Damai. Buktinya dia Sanggup terus menjaga kondisi kesehatan neneknya yang sudah mulai tua badannya mulai membungkuk yang  umurnya hampir mecapai genap 90 tahun tapi masih tetap kuat dan sanggup beraktifitas layaknya orang berumuran 60 tahunan dengan sehari-hari disamping masih sanggup mengerjakan pekerjaan rumah untuk keperluaan dirinya dan cucunya juga masih sanggup berjalan kesana-kemari yang sekali-kali sering ikut Aman saat mengembara Sapi.
Aman adalah anak dari Ibu Aisyah dengan Pak Ahmad yang juga sebagai anak dari Neneknya. Ia telah ditinggal pergi Bapak dan Ibunya semenjak masih Berumuran 2 Tahun dikarenakan meninggal akibat tragedi Tabrakan Maut yang menimpa kedua orang tuanya tersebut pergi meninggalkan ia selamanya. Ironisnya Kejadian itu terjadi bermula saat Kedua orang tua Aman hendak pergi ke kota tepat mereka tinggal dengan tujuan untuk mencari kehidupan yang lebih layak dari pada kehidupan di desa tersebut, disamping Bapaknya Aman juga bekerja dikota Sebagai Seorang Direktur pada sebuat perusahaan Swasta dan Ibunya Aman juga ngotot kalau kehidupannya didesa tersebut tidak lagi selevel dengannya karena posisi Bapaknya Aman Adalah seorang Direktur Perusahaan saat itu.
Tapi apa hendak dikata, Naas...!!! saat Tragedi Maut datang menjemput ketika niat dan tekad tersebut yang dilakukan akibat tidak adanya restu dari neneknya Aman yang tidak menginginkan mereka pindah ke kota untuk mencari kehidupan yang lebih layak dari pada kehidupan mereka didesa.
Maka semenjak kejadian itulah Aman diasuh neneknya hingga sekarang ia sudah mulai tumbuh menjadi pemuda tampang sederhana dengan karakter yang Bijak, Baik, sopan, lugu dan Sederhana. Hingga pada suatu ketika tibalah waktunya godaan iman Aman di uji oleh munculnya hasrat terpendam sebagai seorang manusia yang tak jauh dari kata bahwa ia juga bisa merasakan yang namanya Jatuh Cinta atau sering disebut dengan “Failing in Love” hingga ia dengan berat hati harus memilih antara setia dengan desanya Atau Pergi Mengejar CINTA.

***


“Uhukk.. hukk,, hukk...” , Terdengan suara Aman batuk.
“Tok..tok..tokk”, Aman...., Nak..!!,  Aman  Kamu kenapa..???, Kamu Sakit Yaaa..???!”. Terdengar suara nenek memanggil Aman sambil menggedor-gedor pintu kamar Aman.
“Uhukkk... Khukkk, khukkk..., Iya Nekkk..  Aman ndak apa-apa Kok Cuma sedikit kurang Enak Badan Aja”, Sahutnya saat batuk sambil tidur mengelus-elus dada.
“Iyaaa... Tapi Kamu kok batuk-batuk Nak..??, Sebentar Yaaa,  Nenek Ambilin Air jahe hangat Supaya batuk kamu hilang”. Ujar Nenek Aman.
Aman sakit dan tidak keluar kemar selama dua hari dikarenakan ia sedang dilema dikarenakan ia terposana dengan seorang gadis yang beberapa waktu lalu datang didesa tempat Aman tinggal. Gadis tersebut datang kedesa itu di kerenakan adanya acara perkemahan mahasiswa selama satu minggu. Mereka bertemu disaat Aman sedang mengembara sapi didekat tepian Sungai kampung Aman, yang kemudian ia melihat gadis tersebut sedang jalan dipinggiran desa dengan menatap kupu-kupu sambil berterbangan yang kemudian ia dengan suara kecil menyanyikan bait demi bait lirik lagunya.

Ku bahagia kau telah terlahir di dunia... Dan kau ada di antara milyaran manusia...Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu...Tiada lagi yang mampu berdiri halangi rasaku, cintaku padamu...Ku bahagia kau telah terlahir di dunia...Dan kau ada di antara milyaran manusia... Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu


Kemudian ia berjalan langkah demi langkah melewati titi sungai sambil menutup mata melentangkan tangan meresapi damainya udara hembusan angin rambut ikalnya pun ikut terurai bergelora. Yang kemudian tiba-tiba. “Plunggg...”
“Aduhhh,,, Tolong-tolong.... tolong Aku...???”.
ia meneriaakkan suaranya sambil menelan air sungai hingga aman datang menyelamatkan nyawa gadis tersebut. Yang kemudian dimata gadis itu Aman adalah sang malaikat penolong yang kemudian tanpa saling mengenal satu sama lain pergi berpisah begitu saja.

***

Lalu keesokan hari seperti biasanya saat hari menjelang sore Aman sibuk dengan rutinitas mengembara sapi miliknya. Saat sedang duduk bersandaran dibawah pohon beringin sambil menuliskan bait demi bait tentang impiannya yang masih terbang melayang dilangit biru, tiba-tiba ia dikejutkan dengan penampakan sosok gadis lugu yang meneberkan senyum padanya sambil menyapa.
“Hai.... ??!, Bole aku Ikut duduk..???”.
“Mmmm.... Iya,,,” Jawabnya Tegang.
“Aku Nadine”, Ucap Gadis Itu sambil menyodorkan Tangannya ke aman,
“Emmm,,, Saya Aman,” Jawabnya Singkat.
“Sedang menulis Apa..????, Kamu sendirian aja...??. Ucap Nadine.
“Enggakk,, Kami berdua ditemani “Rembo” Sapiku”, Jawabnya senyum.
“Oooo.. MMM, Heeheeheheh..” Nadine tertawa kecil. “Oea.. aku datang kemari hanya Cuma ingin berterima kasih padamu, karena kemarin kamu sudah menyelamatkan Nyawaku”. Ucap Nadine.
“Sama-sama, Aku hanya melaksanakan tugasku sebagai sesama manusia”. Jawabnya.
“Tapi bagiku kamu Melebihi itu”, Ujar nadine.
Hingga Akhirnya sore itu mereka habiskan waktu bersama untuk saling mengenal satu sama lain dan Nadine pun sepertinya terpikat dengan sikap kesederhanaan yang ada pada diri Aman terlihat dari cara Nadine menatap aman serta menanyakan beberapa tentang latar belakang kehidupan Aman.

***


Selanjutnya dimalam hari ketiga dimana merupakan malam terakhir dari adanya Nadine di tempat perkemahan tersebut yang saat itu mereka mendapatkan tugas masing-masing mulai dari memasak nasi, membuat kopi, hingga mencari kayu untuk pembuatan api unggun karena akan diadakan malam perpisahan di Arena perkemahan, yang kebetulan Nadine diberikan tugas oleh Ketua tim Perkemahan Untuk mencari Kayu Bakar pembuatan Api unggun, lalu ia pun pergi mencari kayu Bakar tersebut.
Namun ia pergi begitu lama dan tak kembali ke Lokasi perkemahan dikarenakan ia datang menemui Aman yang saat mereka berjumpa di Bawah Pohon Beringin dengan ditemani indahnya cahaya langit dengan sinaran bulan purnama yang ditemani Bintang-bintang dilangit mereka pun larut dalam bersenda gurau hingga Nadine lupa dengan tugasnya   mencari Kayu bakar untuk api unggun, sampai Larut malam menjelang ia pun belum terlihat kembali ke tenda perkemahan.
Malam itu mereka habiskan dengan berbagi cerita unik, senda gurau, canda tawa, dan juga sampai pada Nadine mengungkapkan satu kalimat yang membuat Aman Jatuh sakit karena ditinggal Pergi Nadine ke  kota tempat Asal mereka tinggal.

***


Keesokan Harinya tibalah waktu semua peserta perkemahan akan meninggalkan lokasi tersebut yang sebelumnya mereka semua menyiapkan paking barang bawaan mereka yang hedak dibawa kembali ke desa, Namun hal aneh terjadi pada Nadine saat itu, ia bukannya menyiapkan untuk segera membereskan barang-barangnya, justru ia terlihat gelisah saat sedang duduk termenung sambil menatap ke arah sekeliling Danau dekat dengan puncak Gunung tempat perkemahan mereka, hingga kemudian ia dikejutkan oleh temannya Aurel.
“ Heeii... Nadine..., Kok Loe masih bengong..., Bukannya beres-beres, kan kita hari ini bakalan pulang”, Ucapnya.
“Iyaaa.. Aku tau”, jawabnya singkat.
“Jadi, Eloe.., kok masih asyikan duduk Bengong Gtu, macam orang kehilangan Ruh, Tau Gak..??,  Cetusnya sambil tersenyum.
“Mmmm... Apaan sih Loe”, Jawab Nadine.
“Emangnya Loe Knapa Nad..??,  Apa loe sakit yaaa.. atau Ada sesuatu yang terjadi Sama Loe..???” Tanya Aurel.
“Gue juga Gak tau, Kenapa..??”. Jawabnya.
Saat itu Nadine terlihat seperti orang sedang dilanda kehilangan, yang nampaknya ia tak rela kalau hari itu adalah hari dimana ia akan berpisah dengan Aman. Ia asik termenung dan seakan hatinya ingin sekali memberontak untuk menolak pulang kembali ke kota sambil berteriak “Aku masih Betah Disini”.
Seakan ia belum mau kembali ke kota tempat ia tinggal yang sebelum mereka kembali Nadine sempat pergi ke pohon beringin tempat diamana biasanya Aman duduk  tak saat itu ia tak juga berjumpa dengan Aman. Dan kemudian ia hanya meninggalkan secuil pesan singkat yang tertulis di selembar kertas  dilipat dengan bentuk burung yang bergantungan pada ranting pohon beringin dengan didalamnya bertuliskan,

“Aku Pasti sangat Terkesan dan merindukan Saat seperti pernah Aku rasakan ketika disini, dan Aku Harap suatu saat Aku akan Bisa Kembali merasakannya, See yuo Next Time, I Need You, and I Wait You Came to Me...”
By,Nadine.


                                                                                                                                            Be a Continue.... ;)







Senin, 19 Oktober 2015

Siapa Benar Siapa salah



Tulisan Sahabat Fomia
Riza Khairini

Disebuah rumah ada satu keluarga yang hidupnya sederhana, tapi, dalam keluarga tersebut ada seorang anak yang merasa hidupnya selalu dianggap bahwa dirinya selalu salah.
Zizi       : ibu, aku pergi sekolah dulu ya bu!!!
Ibu Ena: iya nak, hati-hati dijalan.
Lalu zizi pun menemui ibunya, dan mencium kedua telapak tangan ibunya dan meminta izin pamit untuk berangkat ke sekolah.
Dan zizi mempunyai seorang kakak namanya Ani.
Bu Ena orangnya baik, ramah, tapi ibu Ena punya penyakit jantung yang kadang-kadang sakitnya kambuh tanpa disadari olehnya, ibu Ena mudah sedih jika ada seseorang yang menyinggung perasaannya, dan di ketika ibu Ena sudah sedih disitulah penyakit buk Ena kambuh, terkadang anak-anak bu Ena harus menjaga sedikit perasaan ibunya, dan  terkadang ada salah satu dari anak bu Ena pernah menyakiti perasaan buk Ena.

     Tak lama kemudian  zizi sudah pulang sekolah, dan ketika ia pulang sekolah, ibunya sedang memasukkan padi ke dalam karung yang telah dijemur setengah hari ketika ia pergi ke sekolah tadi pagi, lalu zizi langsung masuk ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya dan dalam hati nurani zizi, zizi ada untuk membantu ibunya yang sedang memasukkan padi sediri tanpa ada orang lain yang membantunya, dan belum sempat zizi mengganti pakaiannya, handphone zizi bunyi, kemudian zizi mangambil handphonennya lalu membaca pesan dari temannya yang memang penting dengan sekolah zizi, lalu zizi merebahkan dirinya ke kasur yang ada di kamarnya, dan tanpa di sengaja zizi tertidur selama lebih kurang 3 menit.
Kak Ani        : zizi, kamu sudah pulang? Buka pintu nya dek, kakak mau                                 masuk.
Kemudian zizi terkejud dari tidurnya dan segera membuka pintu kamarnya.
Zizi: iya kak.                                          
Kak Ani: ya allah dek, kamu tidur ya di kamar, kamu tidak lihat ibu sedang apa di luar, kamu sama sekali tidak membantunya.
Zizi benar-benar tidak menyangka bahwa ucapan kakaknya itu salah, padahal zizi baru pulang sekolah 5 menit yang lalu, dan dia belum sempat mengganti pakaian nya karena tadi temannya mengirim pesan kepada zizi.
Zizi: bukan begitu kak, zizi tidak menyadari kalau zizi tertidur.
Tanpa kata-kata apapun dari kak Ani, ia langsung pergi ke dapur untuk memasak.
Dan kemudian zizi pun menyusul kakaknya ke dapur untuk membantu kakaknya yang sedang memasak, lalu zizi mencoba membantu untuk memotong sayuran yang sudah dibeli oleh kakaknya di pasar, dan tak lama kemudian ibunya pun masuk kerumah lalu pergi ke dapur,
Ibu Ena: lho zi, kamu sudah pulang?
Kak Ani: sudah dari tadi bu dia pulang, tidur dia bu dikamar pas Ani pulang dari pasar tadi (menyindir)
Ibu Ena: ya allah anak ini benar-benar tidak melihat ibunya sedang apa di luar sana sendirian tidak afa seorangpun yang membantunya.
Zizi:Ya allah kak ani, zizi tidak sadar bahawa zizi sudah ketiduran selama 3                                 menit kak, itu memeng benar-benar tidak sengaja kak.
Ibu ena: sudahlah nak, memang ibu sudah begini setiap hari, mengerjakan sesuatu tanpa ada oran lain yang membantu.
Lalu zizi tersinggung dengan pengucapan ibunya, seolah-olah zizi tidak menghiraukan mereka yang ada di rumah dan apa yang mereka lakukan setiap hari, dan seolah-olah zizi tidak memperdulikan mereka sama sekali. Dan tanpa disadri emosi zizi sudah tidak bisa dikendali lagi, pisau yang ada di tangan zizi yang sedang memotong sayr zizi banting ke lantai secara emosional, zizi emosi dengan perasaan yang selalu mereka menyalahkan zizi, dan zizi merasa dia selalu yang dianggap salah.
Zizi: kalian kenapa tidak percaya sih dengan apa yang aku katakan, kalian pikir aku tidak melihat kalian capek dengan apa yang kalian lakukan setiap hari dirumah, kaliann fikir aku hanya enak-enakan saja, kenapa kalian selalu menilai diriku ini salah?
Ibu ena: ya allah nak, baru itu ibu katakan kamu sudah berani membangkang ibu, kamu sudah berani menyahut ibumu sendiri nak, dimana akhlak mu nak? (ibu ena sedih)
Zizi sudah tidak bisa menjawab apa-apa lagi, airmata zizi jatuh berlinang, ia tidak menyangka bahwa ia akan menyakiti hati bunya dengan kata-kata tersebut, padahal zizi tudak bermaksud untuk menyakiti hati ibunya, ia hanya mencoba mengungkapkan kebenran yang ssebenarnya terjadi.
Zizi hanya bisa mengutarakan semua di hatinya, dia sudah tidak bisa lagi mengatakan yang menjadi hak nya, dalam hati zizi berkata ” ya Allah jika memang ini salahku ampunilah hambamu ini ya allah, ia telah membuat jatuh air mata seorang iu yang telah melahirkannya, ya allah apa aku salah untuk mengatakan yang sebenarnya, kenapa selalu aku yang disalahkan di keluarga ini, kenapa semua orang berburuk sangka kepadaku. Ya allah jika seorang ibu mengira kepada anaknya hal yang tidak benar apakah anaknya tidak boleh menjawab dan mengatakan yang sebenarnya, tetapi kenapa ketika si anak menjawab yang sebenarnya, ibunya berkata “sekarang kamu sudah berani membangkang dan menyahut ibumu sendiri” ya allah kenapa bisa begini ya allah, siapa yang benar dan siapa yang salah, dan kenapa ibu hamba menangis karena hamba, padahal hamba tidak bermaksud untuk menyakiti hatinya”.
Hanya engkau yang tau apa yang di maksud oleh hambamu ya allah!!!

      Selesai