Forum Menulis Mahasiswa Institut

Photo Bersama Setelah Pelatihan Blog

Pelatihan Membuat Blog Bersama Komunitas Aceh Blogger .

Pelatihan Menulis

Dengan Komunitas Rangkang Sastra.

Saat Mengikuti Kompetisi

Pembuatan Film Dokumenter di Lhokseumawe yang Diadakan Oleh KPK.

Photo Bersama

Peserta dan Panitia Film Documenter Oleh Juang Cinema Community.

Saweu Panti Asuhan

Muhammadiyah Gandapura Cabang Bireuen .

Sabtu, 14 April 2018

"LAYU sebelum BERKEMBANG"

Sekapur Sirih,                                                                                                               By : Mr. Agsal RJ



“Mawar akan indah jika ia selalu dipupuk dan disirami hujan, lalu bermekaran harum semerbak yang selalu dipancari sinar mentari”

Ibarat kata, Setangkai mawar yang indah, ia tumbuh dan mekar dari sebatang pohon rindang kecil berduri lalu tumbuh disemak-semak tepi tebing yang terjal. Itulah hal paling mendasar yang terpikir dibenak setiap orang saat pertama melihat mawar.
Makanya kenapa mawar indah itu selalu disandingkan dengan sebuah “filosofi” kehidupan. tentunya mengandung makna dari sosok seorang gadis indaman banyak pria itu, ibarat sekuntum bunga mawar.

Aneh bukan...., Ya,, Tenyunya, aneh memang jika hanya sekedar dilihat dan Cuma  didengar saja. Tapi, cobalah untuk di amati, lalu diresapi makna dari istilah tersebut. Otomatis akan memberikan sebuah pemahaman yang bahwa untuk menjadi setangkai mawar yang indah itu, bukanlah satu hal yang mudah dan simple.

Ia meski telah banyak melalui berbagai proses sejak dari awalnya ia menjadi seperti demikian. Lantas apakah kita pernah sadar, ataukah kadang memang kita yang sulit untuk menyadarinya lalu bisa memahami dan berniat mencoba untuk menjadi setangkai “mawar indah” nan harum Itu.

Sulitkah...??!!.  Yaa... memang tak mudah, benar seperti kata seorang  guru saya dulu “Ingatlah nak, diamana pun kamu berada, kamu tetaplah menjadi sebatang mawar indah dan harum meski harus banyak melalui setiap rintangan. Sebab semakin tingginya sebatang pohon, maka semakin kencang pula angin yang menggoncangkan”.

Mungkin itulah sebagai dasar dari sebuah nasehat yang terus mengguluti mata pikiran ini. Sehingga tak cukup banyak yang mampu mengerti dan memahami dari arti sebuah ketulusan, pengorbanan, perjuangan, serta proses dari sebuah warisan karya yang mesti untuk terus dijaga, dirawat, dipertahankan lalu dibesarkan hanya demi memberikan manfaat secara kebersamaan bagi generasi selanjutnya dan juga generasi dimasanya.

Berat memang, jika itu harus disebut sebagai tugas dan tanggung jawab mulia bagi setiap orang dalam mewujudkan hal demikian. Lantas mucul satu pertanyaan besar kenapa dan mengapa mesti harus seperti itu?!.

Jawabannya, yaa memang itu sudah menjadi hukum alam serta konsekuensi dari setiap langkah yang harus dan mesti diambil oleh setiap hamba yang sudah dilahirkan di muka bumi ini. Sebab hidup itu adalah perintah. Perintah untuk kita mau tidak mau harus siap menjalaninya sebagai seorang insan (Khalifah) di muka bumi ini.

Lalu, jika berbicara resiko. Yaa... tentu pastinya setiap sesuatu itu akan memiliki segala resiko, sebab dalam setiap sesuatu itu ada banyak resikonya, cuma tergantung kadarnya saja seperti dan seberat apa.

Seperti kata istilah dalam Agrumentasi bahasa Aceh “Udep nyan Adalah 2R (Raseuki & Resiko), Raseuki dan Resiko Itu Selalu Berdampingan”, Maknanya Diantara setiap Raseuki Yang Besar, Tentunya Memiliki Resiko Yang Besar Pula.

Lantas, apa yang menjadi tanggung jawab dan resiko dari sebuah amanah sedang di emban?!. Hal utama yaitu, pengorbanan. Pengorbanan disini adalah dimulai dari pengorbanan diri, korban perasaan, korban waktu, korban kebebasan dari amanah tugas dan tanggung jawab. Intinya pengorbanan itu memang tidak mudah, tapi kemudahan itu akan datang dan akan terasa menyenangkan di akhir. Yakinlah sebab janji Allah itu pasti “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”(QS. Al- Insyirah: 6).

Kedua, Komit dengan Komitmen. Ada apa dan Kenapa mesti harus kata “komit dengan komitmen”, kenapa tidak komitmen saja?!. Yaa... pastinya gabungan dari dua kata tersebutlah yang menjadikan setiap emban amanah tanggung jawab setiap orang bisa dipegang dan dilaksanakan.

Sebab, orang berbuat komitmen itu bisa dilakukan dengan sangat mudah, tapi orang yang komit dengan komitmen yang dibuat itu belum tentu dapat mudah dijalankan dan diwujudkan seiring berjalannya banyak proses tantangan dan rintangan yang dihadapi. Makanya nilai ukuran keberhasilan dari sebuah tugas dan tanggung jawab itu sangat tergantung pada setiap komit dengan kemitmen yang dibuat dan direncanakan.

Ketiga, Waktu dan Alasan atau Istilah akademisnya disebut “Manajemen Waktu”. Itulah yang menjadi dasar kenapa manajemen waktu itu sangat menentukan hasil dari sebuah pencapaian setiap kinerja tanggung jawab seseorang. Hal tersebut bermakna bahwa waktu itu adalah sesuatu yang sangat perlu dan penting untuk diatur dan dijaga sebaik-baiknya. Karena ketika kita sudah mengatur waktu itu dengan baik maka hasil yang dicapai dari pengaturan tersebut akan baik pula. Sebab dalam manajemen watu itu adanya unsur, disiplin, saling mengerti, pendewasaan diri serta amanah dalam menghargai setiap detik tarikan nafas yang beberikan Allah.

Keempat, Analisis SWOT. Apat itu?!, analisis SWOT yang dimaksudkan disini adalah target dan pencapaian sebuah kinerja dari beban amanah tanggung jawab yang diemban tersebut. Dengan adanya SWOT, maka kita tau kapan, mengapa, kenapa, apa dan bagaimana menuntaskan setiap dari amanah tanggung jawab kita itu sendiri. Dan yang terakhir...

Kelima, Harga Diri  (Moral). Kenapa moral itu menjadi hal yang urgent dan selalu diperdebatkan?!. Yaa.. itulah karena moral itu menyangkut tentang nilai wibawa dan harga diri seseorang. Sebab apapun itu, harga diri adalah hal yang paling penting dan paling wajib dijaga oleh setiap orang. Bahkan nilai harga diri itu sendiri tak dapat di jumlahkan dalam bentuk apapun, uang sekalipun ia tak akan berarti jika harga diri seseorang itu telah di injak-injak dan dicemoohan oleh seseorang.

Bahkan dalam agama islam sekalipun harga diri itu adalah hal yang paling wajib untuk terus dijaga dan dipertahankan. Jadi, menurut saya “bulshit” jika menurut sebagaian orang harga diri itu bukanlah yang terpenting dalam hidup mereka, bahkan banyak yang bertikai, membunuh, lalu memberontak saat harga diri mereka itu sudah terasa di injak-injak dihadapan banyak orang dan sang pencipta.

Lalu muncul pertanyaan, bagaimana kita menjaga supaya harga diri kita itu tetap terjaga dan bernilai?!. Jawabannya jelas... Ya ada pada diri kita sendiri.
Letaknya yaa, dihati kita, dalam jiwa kita yang selalu di kontrol oleh alam bawah sadar pikiran seseorang. Karena sejatinya seorang manusia bukanlah letak pada kesempurnaannya, tapi pada iman dan taqwa.

Maknanya, ia seorang yang selalu memiliki tanggung jawab, komitmen, dan rasa cinta serta syukur terhadap apa yang telah ia miliki dan ia capai dari hasil sebuah proses yang mesti dilalui, ia tak selalu bergantung pada orang lain dan juga pada sesuatu yang merasukinya sehingga tanpa ia sadari bahwa ia telah berkhianat terhadap diri sendiri dengan tidak menjaga harga dirinya hanya karena satu alasan yaitu “EGOIS”.

Kemudian apa yang menjadi makna dasar dari kata “LAYU SEBELUM BERKEMBANG”, Itulah kelima hal tersebut yang mesti ada dan dipedomani oleh setiap orang yang memiliki tanggung jawab sebuah amanah tersebut, sehingga pada Akhir dari tugas dan tanggungjawabnya ia akan terlihat seperti sekuntum MAWAR YANG INDAH.

Karena disadari ataupun tidak disadari saat kamu telah mendapatkan sebuah tugas AMANAH suatu tanggung jawab itu, maka kamu adalah bagian dari orang-orang terpilih dan orang-orang yang istimewa dan kamu adalah orang yang telah terseleksi secara alam.

Orang yang memiliki suatu nilai lebih dari sekumpulan orang yang ada, tinggal bagaimana kita mengemban amanah dan tanggungjawab itu, sehingga akan menjadi mulia dan bernilai di mata orang lain.

pantaskah itu disia-siakan?!, tentunya tidak....!!! Bangun, dan Bangkitlah dari tidurmu Nak...., Ingat Kebesaranmu bukanlah letak pada kekuasaanmu SEMATA, tapi kebesaranmu ada pada sejauh mana kamu mampu membesarkan tugas dan tanggungjawabmu itu....!!!!, disaat kamu mampu membesarkan tanggungjawabmu maka kamu akan ikut besar bersamanya. "SEDERHANA ITU SAJA". 

Dan Ingatlah, Bahwa setiap kenikmatan itu akan datang pada saat semua proses tersebut telah kita lalui. Ia hanya akan tinggal menjadi kenangan indah atau kenangan pahit saat telah dilampaui oleh masa dan waktu tak akan dapat diulang kembali.

Maka JIKA MEMANG KALIAN INGIN MENJADI SEPERTI SEKUNTUM MAWAR INDAH & HARUM SEPANJANG MASA, MAKA JADILAH PRIBADI YANG TERUS MEMILIKI NIAT BAIK DAN KETEGUHANAN HATI DALAM MENJALANI SETIAP PROSES. BUANGLAH SEGALA EGO DAN RASA KETIDAKSANGGUPANMU ITU, KARENA DENGAN DEMIKIAN AKAN MENJADIKANMU ORANG YANG SELALU MERASA PALING BAHAGIA DALAM SETIAP KEADAAN SEKALIPUN.

EGOMU HANYA AKAN MEREMEHKANMU, KEKHAWATIRANMU HANYA AKAN MELEMAHKANMU DAN AKHIRNYA AKAN MENJADIKANMU LAYU SEBELUM BERKEMBANG.







Minggu, 10 September 2017

BELATI PENUSUK HATI

By: Afrizani

    (Keterangan Gambar: Ilustrasi)

Samar terlihat, namun ada
Tersembunyi, tapi nyata

Menggores dalam gelap
Menusuk dalam pikat
Kejamnya melebihi lilitan kawat


Dua belati berantai besi
Ke hilir tak sampai
Ke hulu pun tak jadi
Menoreh asa dengan kata pasti
Sudahpun mata menatap, itu tak meyakini

Balasmu terajar
Dukamu menjalar
Bak sulur melilit ranting pagar
Kemarin, hari ini, hingga esok tetap mengakar

                     Geurugok,31 Agustus 2017

Jangan Salahkan

By: Jannah Andini
   (Keterangan Gambar: Ilustrasi)

Apabila sekarang ini aku telah berbeda.
Tak seperti dulu lagi.
Tak seperti pertama kau mengenalku
Aku hanyalah insan biasa yang jauh dari kesempurnaan.

Ketulusanku tak sepantasnya, dengan apa yang kau beri.
Kesakitanku tak seperih pilumu.
Aku sering mengabaikan rasa itu.
Bahkan aku sering membohongi diri ini.

Aku tak mampu menatap keikhlasan jiwamu.
Bahkan aku sering mengabaikanmu.
Kini rasa penyesalan telah aku terima.
Aku sadar aku bukan yang terbaik untukmu.
Jangan salahkan aku bila harus memutuskan.

Hal yang akan memukinkan, membuatmu semakin sakit.
Tapi ini yang terbaik antar aku dan kau.
Aku takut apabila bersamamu.
Tak mampu menjadi yang terbaik.

Seperti yang kau inginkan.
Kau membuat aku tak kuasa
Menahan rasa penuh dosa ini
Berbahagialah kamu dengannya.

Senin, 12 Desember 2016

FOMIA Peduli Pidie Jaya



Goncangan 6,4 skala Richter telah menghancurkan beberapa bangunan di Pidie Jaya, selain itu pun meluluhlantakkan hati mereka. Membawa duka baru untuk Aceh. Menyentuh ribuan hati untuk terjun dan turut serta membantu. Dan juga begitu dengan kami dari Forum Menulis mahasiswa Institut Almuslim (FOMIA) bekerjasama dengan DEMA IAI Almuslim Aceh melakukan penggalangan dana untuk disalurkan kepada korban gempa yang ada di Pidie Jaya. Hasil penggalangan dana yang kami dapatkan di perbelanjakan untuk kebutuhan umum masyarakat yaitu berupa beras, telor, mie instan, minyak goreng, gula, kopi, dan lain-lain.
Pada hari Minggu 11 Desember 2016 kami berangkat ke Pidie Jaya kecamatan Bandar Baru desa Udeung untuk menyalurkan bantuan, melakukan baksos serta program trauma healing. Dalam perjalanan yang kami tempuh  masih melekat dimata kami betapa besar Kudrah Allah SWT terhadap alam yang diciptakanNya, hanya hitungan menit meluluhlantakkan bangunan-bangunan di Pidie Jaya. Sungguh tak ada yang bisa menghentikan kehendak dari sang khaliq.
Sesampainya di desa tersebut, kami membagi menjadi beberapa tim. Tim untuk pendistibusian logistik ke tiga desa berbeda, diantaranya desa Pusong, desa Tunjong dan desa Linggin. Tim untuk baksos di sekitaran lokasi pengungsian warga desa Udeueng serta tim untuk Trauma Healing di desa Udeung.
Tim trauma healing melakukan sugesti positif diawal pembuka kegiatan, selanjutnya mewarnai gambar, balon imajiner, permainan ular naga, dan menyimpan harapan. Semuanya berjalan lancar dan disambut antusias oleh anak-anak. Hingga di penutup kegiatan, kami menyumbangkan buku bacaan kepada anak-anak. [PutriS]

Kamis, 29 September 2016

Filsafat Mendengar

Teguh Saputra



Mendengarkan seseorang sama dengan kita telah menghomati, menghargai, dan bahkan kita telah menganggap orang itu ada. Maka dengan itu penulis mengangkat judul filsafat mendengar ini, dengan alasan.
kebanyakan orang di sekitar kita yang tidak mau lagi mendengarkan orang yang sedang berbicara, seharusnya kita yang mendengarkan orang lain terlebih dahulu jangan langsung memotong pembicaraannya begitu saja. Oleh sebab itulah penulis mengangkat judul ini.
Bagi penulis sendiri, judul ini sangat menarik untuk kita bahas. Dan kita kaji bersama-sama pembahasan yang bersangkutan dengan mendengar. Karena melalui mendengar itu kita mendapatkan ilmu, dan dapat menarik sesuatu kesimpulan.
Oleh sebab itu sekarang marilah kita jadikan diri kita menjadi orang yang mau mendengarkan orang lain terlebih dahulu, karena pada diri kita Allah telah memberikan dua Telinga dengan satu mulut.


Mendengarkan seseorang yang sedang berbicara atau yang sedang menyampaikan sesuatu itu hukumnya wajib. Malahan, penulis telah mewajibkan mendengar itu pada diri penulis sendiri sebelum penulis menyuruh orang lain.
 Terlebih-lebih seseorang yang sedang berbicara itu didepan kita. Baik itu anak kecil, orang dewasa, terlebih-lebihnya orang tua. Kita tidak boleh menilai seseorang itu hanya dengan penampila-nya luar-nya saja.
 Tapi, cobalah kita menilai seseorang itu dengan apa yang ia sampaikan. Karena ilmunya seseorang itu dapat diketahui di saat seseorang berbicara, dan dari cara penyampaian sesuatu. Dan bahkan dari karya-karyanya seseorang.
            Cobalah kita semua sama-sama berpikir sejenak, atau merenungkan sesuatu, misalnya : kita yang sedang berbicara di depan tidak didengarkan apa yang sedang kita sampaikan saat itu”. Bagaimanakah perasaan kita??. 
Tersinggung kan???.
 Nah, begitu juga dengan orang lain. Merasakan hal yang sama juga dengan apa yang kita rasakan.
Orang yang sedang berbicara didepan kita misalnya, tapi kita tidak mendengarkan apa yang sedang dibicarakan atau apa yang sedang ia sampaikan. Malahan kita asik dengan urusan kita sendiri, atau asik berbicara dengan orang lain. Daripada mendengarkan orang yang sedang menyampaikan didepan kita.
Orang itu juga tersinggung, karena capek-capek dia berbicara. Tapi kita tidak mendengarkan-nya, berarti kita sama saja tidak menganggap orang itu ada.
Cuma saja. Orang tersebut tidak mengatakan kepada kita dengan secara langsung atau dengan kata-kata, akan tetapi. Kebanyakan orang mengatakan sesuatu dengan gerakan tubuhnya. Dan ada juga yang melalui mimik wajah-nya, matanya. Dan lain sebagainya. Itu perlu kita perhatikan sama-sama agar kita bisa menghargai orang yang sedang berbicara di depan kita.


Malahan ada yang lebih parah lagi daripada itu. Entah kenapa, sedikit sekali orang yang mau mendengarkan orang lain yang sedang berbicara. Malahan langsung memotong pembicaraan orang lain dengan begitu saja supaya orang tersebut cepat-cepat menyudahi pembicaraan-nya.
Cobalah kita bandingkan sendiri. Berapa banyakkah orang yang mau mendengarkan seseorang yang sedang menyampaikan sesuatu dan berapa banyakkah orang yang tidak mau mendengarkan orang lain yang sedang berbicara.
Seharusnya, kita mendengarkan orang itu terlebih dahulu jangan langsung memotong pembicaraan-nya dengan begitu saja, tanpa ada “Etika” sedikit pun. Karena kita ini memiliki dua Telinga. Dengan satu Mulut. Bukan satu Telingan dengan dua Mulut.
            Sekarang kita wajibkan atas diri kita masing-masing mendengarkan orang lain terlebih dahulu, jangan banyak bertanya dan banyak berbicara. Sebelum seseorang meminta pendapat dari kita. Banyak-banyaklah mendengarkan. Karena dengan mendengar itu kita bisa mendapatkan banyak ilmu pengetahuan dan dapat menarik satu kesimpulan.
Karena pada diri kita ini Allah telah menganugerahkan dua Telinga dengan satu Mulut. Bukan dua Mulut dengan satu Telinga. Tapi dua Telinga dengan satu Mulut.
            

Dengan kedua Telinga dan satu Mulut. Maka kita di tuntut untuk  lebih banyak mendengarkan sesuatu dari pada banyak bertanya dan banyak berbicara. Mendengarkan sesuatu itu harus di sertai dengan bijak, seperti halnya  sebuah timbangan yang tidak pernah memihak.
karena kita memiliki dua Telinga. Bukan berarti kita tidak boleh bertanya dan tidak boleh berbicara.
Akan tetapi, cobalah kita sama-sama berfikir tentang apa yang akan kita tanyakan, dan tentang apa yang akan kita berbicarakan. Misalnya; “pertanyaan apa yang akan kita tanyakan, Apa pertanyaan tentang suatu persoalan atau suatu masalah. Dan dengan pertanyaan kita tersebut dapat menyelesaikan masalah atau persoalan pribadi kita, dan bahkan dapat menyelesaikan masalah orang lain. Kalau dengan pertanyaan kita tersebut dapat menyelesaikan masalah kita atau masalah orang lain. Itu dibolehkan dan malah sangat di anjurkan dalam Agama Islam.
Tapi kalau sebalik-nya. Lebih baik kita diam saja.
Karena diam pun bernilai Emas daripada berbicara yang tidak ada manfaatnya. Malah menimbulkan keributan dan percek-cokan di antara sesama. Dan ada yang sampek adik kakak putus tali Silahturahmi-nya Cuma dengan gara-gara memperdebatkan hal-hal yang tidak penting. Inilah yang menjadi tolok ukur bagi kita semua.
            Ada pepatah Arab yang mengatakan; “Lidah itu lebih tajam daripada  Pedang”. Maka sekarang marilah kita sama-sama menyimpulkan dari kata pepatah Arab tersebut. Dengan Lidah yang kita punya itu dua kemungkinan yang pasti akan terjadi, dan yang kebanyakan-nya yang sering terjadi adalah Mudharat dan Malapetaka bagi si pemilik Lidah tersebut.
Salah satunya adalah suka mengupat dan mengghibahi (makan daging saudaranya sendiri).
Yang sebenarnya, Ghibah adalah Engkau yang membicara AIB (yang dimiliki oleh saudaramu) yang Allah telah menutupinya (sehingga tidak di ketahui oleh orang lain).
Kebanyakan mudharat dan malapetaka yang timbul itu disebabkan oleh mulut seseorang, dan bahkan amal seseorang aja bisa ludes (hilang) Cuma dengan gara-gara berbicara yang salah kaprah (berbicara seenaknya saja tanpa berfikir telebih dahulu).
Salah satu contoh berbicara yang salah kaprah: “kita pernah memberikan sesuatu kepada seseorang, apapun itu. Tetapi kita selalu mengungkit-ngungkit apa yang telah kita berikan itu. Sehingga orang tersebut tersinggung pada saat mendengarnya baik orang itu mendengar dari kita sendiri, maupun dari orang lain.”
Sehingga nilai sedekah yang telah kita berikan itu hilang dengan begitu saja tanpa kita sadari sedikit pun dikarenakan kita selalu mengungkit-ngungkit hal tersebut.
            Allah juga telah menciptakan Mulut kita itu di depan, bukan di belakang. Maka janganlah kita berbicara di belakang dengan seenaknya saja, karena Allah menciptakan Mulut kita itu di depan.
Dan Mulut yang kita memiliki ini memiliki dua pagar.
Pagar petama Gigi.
Dan pagar yang kedua adalah Bibir. Tapi tetap saja Lidah dan Lisan lolos berbicara tanpa sensor.
Dan Abu Darda juga pernah mengatakan “penuhilah hak telingamu dari mulut, sebab. Engkau diberi dua telinga dan satu mulut agar lebih banyak mendengar daripada banyak berbicara”.
Sedikit tambahan dari penulis sendiri, karena kita ini memiliki dua telinga dan satu mulut. Bukan dua mulut dengan satu telinga.

            Sekarang mari sama-sama kita intropeksi diri kita masing-masing, sebelum kita mencari kekurangan orang lain.

Senin, 19 September 2016

IBUKOTA

Nafila
Puisi


Aku tercengang kawan
Akan gedung-gedung tinggi menjulang.
Sedikit lagi. Jika kau lihat mungkin sedikit lagi akan menyentuh awan
Setidaknya cukup membuatnya bisa saling bercengkrama

Dengan gagah berdiri seakan dia sungguhlah perkasa
Tak kan ada yang membuatnya tunduk berlutut
Di atas sana. Di ketinggiannya segala hal terlihat kecil
Cukup hebat bukan.

Mungkin aku saja yang berdiri dibawah sini
seperti titik hitam kecil yang tak begitu tampak

sungguh mengagumkan.
Ini tampilan negeriku

Aku terus melangkah.  Terus menapak.

Dan disana. Dibalik kemegahan yang terlihat
Aku temukan senyum-senyum getir ibu kota
Menahan air mata yang tinggal di ujung mata
Mencoba dan mungkin akan terus mencoba untuk menikmati hidup

Terus tumbuh mengakar dan mencoba kuat
Meski tak akan pernah terlihat

Tidak. Sebenarnya tidak untuk ikut terlibat dalam pembicaraan hebat ibu kota

Selasa, 13 September 2016

Jatuh Cintanya Laki-Laki

Teguh Saputra
FOMIA


Jatuh cinta laki-laki itu berawal dari tatapan matanya terhadap seseorang wanita, lalu turun menuju hatinya laki-laki. Sehingga ia jatuh hati pada seseorang wanita yang ia kagumi melalui penglihatannya, laki-laki tidak suka kepada wanita yang penampilannya terlalu menor (berlebihan), sehingga menutupi kecantikan aslinya. Laki-laki suka pada wanita yang biasa dalam penampilannya namun luar biasa dalam perilakunya dan tingkah lakunya.
Seorang laki-laki juga bisa jatuh hati pada seorang wanita itu dengan beberapa sebab. Perhatiannya seorang wanita terhadap laki-laki, tutur katanya wanita, cara berpakaianya wanita, tingkah lakunya wanita. Dan bahkan masih banyak lagi yang harus diperhatiakan oleh seorang wanita itu untuk dapat merebut hati seorang laki-laki dan bahkan dapat merebut perhatiannya laki-laki terhadapnya dirinya.
Namun, laki-laki juga tidak suka kepada wanita yang suka berbohong. Dan juga pada wanita yang menutupi sesuatu dari padanya. Laki-laki itu suka kepada wanita yang berterus terang dalam berbicara dan terbuka dalam segala hal. Kalau wanita sudah tidak mau berbicara terbuka lagi pada laki-laki. Itu berarti wanita telah menutupi atau menyembunyikan sesuatu dari laki-laki.
Bukan berarti laki-laki tidak tahu...!!!
Laki-laki itu tahu, karena laki-laki itu tidak bodoh. Seandainya laki-laki itu bodoh. Sungguh Allah tidak akan menjadikan seorang laki-laki itu sebagai seorang pemimpim di muka bumi ini, sekaligus Allah tidak akan menjadikan laki-laki itu sebagai suami itu pelindung bagi perempuan (istrinya).
Allah menjadikan laki-laki sebagai pemimpin di muka bumi ini dan juga pemimpin bagi istri-istrinya, karena laki-laki itu memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh seorang wanita pun, kerena wanita saja diciptakan dari tulang rusuknya laki-laki yang dekat dengan hati. Yang selalu dirindukan oleh seorang laki-laki, sebagaimana anak yang selalu merindukan ibunya.
Laki-laki juga suka kepada wanita yang dapat mentramkan hatinya disaat dia dekat dengannya, wanita yang mengerti akan keadaan laki-laki.
Akan tetapi, cuma saja laki-laki tidak mengatakan apa-apa kepada wanita, tapi tunggu saja tanggal mainnya laki-laki. Apa yang akan terjadi nantinya apabila wanita tidak mau berbicara terbuka dan tidak mau berterus terang lagi dengan laki-laki.
Dan ingat para wanita. Tidak semua laki-laki itu buaya.
Laki-laki yang buaya adalah laki-laki yang suka mempermainkan perasaan wanita, dan yang suka mengganti-ganti pasanganya. Itulah laki-laki buaya.
Dan bahkan laki-laki yang suka mengumbar-ngumbar personanya didepan wanita untuk mencari perhatiannya wanita terhadapnya dirinya.
Namun, laki-laki yang baik itu adalah laki-laki yang mau komitment dengan satu wanita saja. Walau pun banyak wanita yang mengaguminya. Namun dia hanya setia kapada satu wanitanya saja. Tidak lebih dari itu.
Laki-laki ada juga yang niatnya baik terhadap wanita, dan bahkan ada sebagian laki-laki yang sudah ada niat didalam hatinya untuk meminang seorang wanita untuk menjadikan wanitanya itu sebagai Bidadari Surganya.
Namun, wanita saja yang tidak tahu. Karena laki-laki tidak pernah mengatakan apapun kepadanya.
Dan ada beberapa hal lain lagi yang laki-laki nilai daripada seorang wanita itu untuk menjadi Bidadari Surganya.

Pertama, laki-laki menilai seorang wanita itu adalah dari kejujurannya, ini adalah pilihan pertama seorang laki-laki dalam memilih pendamping hidupnya.
Bagi seorang laki-laki.
Kejujuran seorang wanita itu sangatlah penting dan menjadi pilihan utamanya. Alasannya. Seorang laki-laki memilih wanita yang jujur karena laki-laki ingin di saat dia sudah menjadi istri atau ibu dari anak-anak nanti, dia mampu menjaga rasahia suaminya, mampu menjaga barang titipan dari sang suami. Dan mampu menjaga anak-anaknya dengan baik.
Karena Rusulullah pernah bersabda.
Seorang perempuan dinikahkan karena empat perkara; hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Pilihlah perempuan yang bagus agamanya, niscaya engkau akan memperoleh keberuntungan.” (HR. Muslim)
Nah, Agama Islam sangat menganjurkan umatnya berkata jujur dan berlaku jujur terhadap apapun. Walaupun resikonya nyawa sekali pun.
Dan di dalam hadist beliau yang lain juga mengatakan.
“Jangan menikahi perempuan karena Kecantikannya, karena Kecantikannya bisa jadi akan menghinakannya, Jangan menikahi mereka karena Harta, karena Hartanya bisa jadi akan mempedakannya. Tapi nikahilah mereka karena Agamanya. Dan sungguh budak perempuan hitam yang cacat, tetapi memiliki Agama itu lebih utama.” (HR. Ibnu Majah).

Kedua, adalah amanah. Salah satu contoh amanah yang laki-laki nilai dari seorang wanita itu adalah misalnya laki-laki itu pernah memberikan sesuatu kepadanya mungkin di saat masih pacaran dulu, atau disaat masih temenan dulu. Baik itu berupa buku yang harus di jaga dan di kembalikan suatu saat nanti.
Sesuatu yang pernah diberikan oleh seseorang laki-laki kepada seorang wanita itu adalah salah satu untuk melihat seorang wanita itu apakah dia mampu menjaga titipan darinya atau tidak.
Seorang laki-laki memberikan sesuatu kepada seorang wanita ada tujuan. Namun wanita saja yang tidak tau tujuan laki-laki memberikan itu kepadanya, sehingga apa yang pernah diberikan oleh seorang laki-laki kepadanya itu hilang begitu saja. Entah kemana.
Seorang laki-laki itu sangat memperhatikan seseorang wanita yang mampu menjaga barang titipnya. Karena laki-laki ingin disaat dia telah menjadi Istri atau ibu dari anak-anaknya nanti yang mampu menjaga barang titipan suaminya, barang anak-anaknya, dan lain sebagainya.
Tapi kebanyakan wanita itu tidak tau, tujuan seorang laki-laki memberikan ini dan itu kepadanya. Sehingga apa saja yang diberikan laki-laki kepadanya hilang begitu saja entah kemana.
Seadainya saja, wanita itu tau apa tujuan laki-laki memberikan ini dan itu kepadanya. Sungguh. Barang yang diberikan laki-laki tidak akan hilang dan bahkan disaat teman atau sahabatnya yang meminta pinjam dia tidak akan memberikannya.
Nah, sekarang bagi yang telah membaca buku ini. Pasti sudah mengetahuinya kan???. Maka, jangan sia-siakan lagi pemberian dari seorang laki-laki, karena bisa jadi. Kamu akan menjadi pilihannya dia untuk menjadi bidadarinya.

Laki-laki yang baik itu tahu, cara memilih seorang wanita untuk pendampingnya hidupnya. Dia tidak asal pilih, tapi dia tanya terlebih dahulu kepada Ayahnya, Ibunya dan teman dekatnya si wanita.
Ada beberapa penyebab yang dapat membuat laki-laki tidak terlalu perhatian lagi terhadap seorang wanita antara lain:
Pertama : seorang laki-laki itu menilai dari kejujurannya seorang wanita terhadapnya. Apabila laki-laki itu mendengar wanita itu berbohong dan bahkan laki-laki itu melihat sang wanita itu borbohong dengan matanya sendiri, laki-laki sangat marah karena laki-laki tidak suka kepada wanita yang pembohong.

Kedua : laki-laki mau melihat kepada seseorang wanita itu apakah seorang wanita itu mampu menjaga barang titipan darinya atau barang yang pernah dia berikan kepadanya, apabila dia mampu menjaga barang titipan dari seorang laki-laki itu dengan baik bararti dia telah lulus dari beberapa ujian yang diberikan oleh seorang laki-laki kepadanya.
Dan apabila kebalikannya daripada itu, dia tidak mampu menjaga barang yang pernah diberikan oleh seorang laki-laki kepadanya dengan baik, laki-laki akan menimbang-nimbang dia dengan wanita lain.
Nah itulah beberapa hal yang dapat menyebabkan hilangnya perhatiannya seorang laki-laki terhadap wanita.

Laki-laki tau, bahwa hanya wanitalah yang mampu membuat dirinya sukses. Tapi tidak sedikit juga laki-laki yang sukses dengan sendiri.