Forum Menulis Mahasiswa Institut

Photo Bersama Setelah Pelatihan Blog

Pelatihan Membuat Blog Bersama Komunitas Aceh Blogger .

Pelatihan Menulis

Dengan Komunitas Rangkang Sastra.

Saat Mengikuti Kompetisi

Pembuatan Film Dokumenter di Lhokseumawe yang Diadakan Oleh KPK.

Photo Bersama

Peserta dan Panitia Film Documenter Oleh Juang Cinema Community.

Saweu Panti Asuhan

Muhammadiyah Gandapura Cabang Bireuen .

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 September 2017

BELATI PENUSUK HATI

By: Afrizani

    (Keterangan Gambar: Ilustrasi)

Samar terlihat, namun ada
Tersembunyi, tapi nyata

Menggores dalam gelap
Menusuk dalam pikat
Kejamnya melebihi lilitan kawat


Dua belati berantai besi
Ke hilir tak sampai
Ke hulu pun tak jadi
Menoreh asa dengan kata pasti
Sudahpun mata menatap, itu tak meyakini

Balasmu terajar
Dukamu menjalar
Bak sulur melilit ranting pagar
Kemarin, hari ini, hingga esok tetap mengakar

                     Geurugok,31 Agustus 2017

Jangan Salahkan

By: Jannah Andini
   (Keterangan Gambar: Ilustrasi)

Apabila sekarang ini aku telah berbeda.
Tak seperti dulu lagi.
Tak seperti pertama kau mengenalku
Aku hanyalah insan biasa yang jauh dari kesempurnaan.

Ketulusanku tak sepantasnya, dengan apa yang kau beri.
Kesakitanku tak seperih pilumu.
Aku sering mengabaikan rasa itu.
Bahkan aku sering membohongi diri ini.

Aku tak mampu menatap keikhlasan jiwamu.
Bahkan aku sering mengabaikanmu.
Kini rasa penyesalan telah aku terima.
Aku sadar aku bukan yang terbaik untukmu.
Jangan salahkan aku bila harus memutuskan.

Hal yang akan memukinkan, membuatmu semakin sakit.
Tapi ini yang terbaik antar aku dan kau.
Aku takut apabila bersamamu.
Tak mampu menjadi yang terbaik.

Seperti yang kau inginkan.
Kau membuat aku tak kuasa
Menahan rasa penuh dosa ini
Berbahagialah kamu dengannya.

Senin, 19 September 2016

IBUKOTA

Nafila
Puisi


Aku tercengang kawan
Akan gedung-gedung tinggi menjulang.
Sedikit lagi. Jika kau lihat mungkin sedikit lagi akan menyentuh awan
Setidaknya cukup membuatnya bisa saling bercengkrama

Dengan gagah berdiri seakan dia sungguhlah perkasa
Tak kan ada yang membuatnya tunduk berlutut
Di atas sana. Di ketinggiannya segala hal terlihat kecil
Cukup hebat bukan.

Mungkin aku saja yang berdiri dibawah sini
seperti titik hitam kecil yang tak begitu tampak

sungguh mengagumkan.
Ini tampilan negeriku

Aku terus melangkah.  Terus menapak.

Dan disana. Dibalik kemegahan yang terlihat
Aku temukan senyum-senyum getir ibu kota
Menahan air mata yang tinggal di ujung mata
Mencoba dan mungkin akan terus mencoba untuk menikmati hidup

Terus tumbuh mengakar dan mencoba kuat
Meski tak akan pernah terlihat

Tidak. Sebenarnya tidak untuk ikut terlibat dalam pembicaraan hebat ibu kota

Minggu, 21 Februari 2016

To sweet Heart

Tulisan sahabat FOMIA
Karya : Pak Keuchik

Kepadamu kukirim salam terindah, salam sejahtera para penghuni syurga, yang harumnya melebihi kasturi, seyaknya melebihi embun pagi, salam hangat  sehangat mentari diwaktu dhuha, salam suci sesuci air telaga kautsar yang jika direngguk akan menghilangkan dahaga selama- lamanya, salam penghormatan kasih dan cinta yang tiada pernah pudar dan berubah dalam segala musim.....

Sebelumnya aku minta maaf karena telah berani
Mengusik ketentraman hati dan jiwamu, mungkin aku

Tak pantas mengungkapakan hai ini, tapi perasaan
Cintan , sayang  dan rindu yang selalu memaksa diriku
Untuk akan jujur kehadiranmu, memandang wajahmu
Dapat mengusir sepiku, aku simpati pada
Senyumanmu yang begitu menawan bila kulihat.
Aku terbius akan ketanyanan dan kecantikan jiwamu.

Aku berharap padamu, cintailah diriku! Walau hanya sebatas sahabat!
Cinta...........
Dengan keayuan wajahmu yang mendorongku untuk hasrat memilikimu
Jika kupendam hatiku akan tersiksa dan batinku merana
Dalam tidurku kau selalu datang sebagai pangeran mimpi yang membising telingaku
Sinar matamu seolah-olah mengawasiku dan menusuk relung jantung hatiku
Bola matamu seolah-olah membawa fajar indah bagiku
Karena itu aku takut akan kehilanganmu tuk selamanya.

Sebelum aku pergi, aku ingin memberitahukan tentang perasaan ini kepadamu
Tapi itu rasanya tidak mungkin karena kau tak peduli tentang rasa cintaku padamu
Cinta...........
Akulah pemuja rahasiamu, rinduku padamu yang selalu hadir

Tiap malam kian mendalam.

SALAM RINDU

Tulisan Sahabat FOMIA
Karya : Raudhatul Jannah

Dikala malam sunyi hanya bisaku dengan
Suara gemuruh dluar sana, rasanya sepi tanpa
Ada yang menyapa bahkan disetiap tidurku selalu
Terlihat wajahmu, kupikir itu kenyataan...
Tapi diwaktuku sadar itu hanya sebuah mimpi belaka
Yang tak mungkin bisaku lihat wajahnya dan tak bisa
Ku bermanja dengannya....
Hanya doalah yang bisaku lontarkan
Kepadanya yaitu “ AYAH TERCINTA”

Kini kusadar betapa berharganya
Seorang ayah untukku bahkan untuk selamanya
Dan sekarang aku sangat merasa kehilangan
Denganku menulis ini bisa menghilangkan
Rasa rinduku terhadap ayah
Dimana dimasa kecilku selalu memanjaku
Dengan kelembutan dan kasih sayangnya

Mungkin air mata ini tak bisa ku tahan
Karena air mata ini tanda kasih sayangku
Untuk ayah tak ada yang harusku uraikan lagi
Melainkan aku hanya bisa berdoa
Semoga ayah mendapat surgamu....

Dan mendapat tempat yang baik.

Selasa, 16 Februari 2016

Sebelum Engkau Halal Bagiku

Sahabat Menulis FOMIA
Karya : Siti Yolanda 


Kurangkai seuntai kata disaat sepinya diri
Bintang memandang, sinaran bulan memancarkan
Cahaya gemilau nan indah, warnai relung
Bumi  yang penuh cakrawala duniawi
Redup hati tak seperti  redupnya malam
Kesabaran dan ketegaran memberi arti
Ketulusan dalam senyuman ketika hati sedang
Bertasbih, hanya untaian doamu yang
Bisa memberikan ketenangan, sudah lama
Aku mengecap pahit. Aku hanya berserah diri kepada allah
Karena itu adalah ujian darinya
Aku hanya ingin kamu jadi yang halal bagiku

dan menghapus air mataku

Pungguk Merindukan Bulan

Sahabat menulis FOMIA
Karya : Rahil



Sekarang aku sadar
Bahwa apa yang kau ungkapkan itu sungguh
Dan tepat dihatiku
Aku yang menyayangimu
Aku pula yang mencintaimu dengan diam

Tapi aku resah
Karena kau tak menyadari itu
Aku selama ini mencintaimu
Dan menyayangimu dengan sabar

Tapi aku takut
Takut untuk ungkapkan semua itu
Karena yang ku tahu
Kau tak mungkin
Merasakan hal yang sama
Aku rasakan

Menyayangimu dan mencintaimu

Aku bagai pungguk merindukan bulan

Senin, 19 Oktober 2015

Curahan Diatas Tinta


Curahan diatas tinta..
Kala hati dilanda kegaduhan..
Disitu merasa batin akan terbebani
Hidup tak seindah dulu.
Ingin rasanya meluangkan semua perasaan dlm sebuah tulisan..
Agar semua bisa merasa ringan..
Tak mudah untuk menitikan satu goresan kata..
Tangan merasa berat untuk menarik tinta buat satu kalimat hati..
Hidup memang penuh masalah tapi tangan selalu ingin menulis..
Kadang curahan diatas tinta dapat melegakan perasaan..
Mehilangkan kegaduhan hati..
Aku sadar semua curahan telah kulukis sampai tinta tak bertinta lagi..
Oh tinta terimakasih telah menjadi kawan saatku ingin meluangkan perasaan..


Tulisan sahabat FOMIA
Muhammad Yanis

Senin, 05 Oktober 2015

Goresan Terakhir




Sahabat Fomia
Created By Furqan (PS 1)@Romantic Poetry


SINAR BULAN MEREKAH DI ANGKASA
SEDIKIT-DEMI SEDIKIT MULAI MENIKAM KESUNYIAN MALAM
LAMBAIAN DAUN KIAN MEREDUP
DESIRAN SUARA ANGIN
MULAI SURUT BAGAIKAN DITELAN MALAM

DIMALAM ITU
AKU MULAI MENOREHKAN PENAKU
KUTUANGKAN SELURUH ISI HATIKU
YANG TELAH LAMA MELUKAI HATI INI
GORESAN PENAKU MULAI MEMANJANG

JERITAN ITU MAKIN TERASA
HATI YANG MULAI MEMBERONTAK KECEWA
MENGINGAT KEMBALI MASA ITU
KENANGAN YANG TERUKIR KEMBALI
SEAKAN MENGHIDUPKAN KEMBALI MASA ITU
GAMBARANNYA TERUS SAJA MENGHIASI PIKIRANKU
TAMPAK BEGITU NYATA
BERAT RASANYA JIKA TAK MENYENTUH BAYANGANNYA
AYUNAN ANGIN SEAKAN MENGANGKAT TANGANKU TUK MERAIHNYA
KUTAK BISA LAGI MENAHAN GERAKAN TANGANNKU
KU BIARKAN DIA MEMENUHI RASA KERINDUANNYA
TETAPI TETAP SAJA ITU HANYA BAYANGAN
AKU TAK MERASAKAN APA-APA KECUALI RASA KECEWA LEBIH MENDALAM

TANGANKU TERUS SAJA BERGETAR
DENYUTAN JANTUNG YANG TERUS MEMUNCAK
MATA  MEMERAH BAK DARAH
AKU TETAP SAJA MENCOBA UNTUK KUAT
PERASAAN YANG KIAN MERASUKI SELURUH TUBUHKU
MEMBUATKU TIBA-TIBA TERHENTI
HATIKU MULAI BERTANYA
APAKAH INI SAAT TERAKHIRKU
TUBUHKU MULAI MELEMAH
PANDANGANKU MULAI KABUR
AKU MULAI MENGUCAPKAN DOA TERAKHIRKU
“OH TUHAN TOLONG JAGA DIA UNTUKKU”

Rabu, 30 September 2015

Hujan


Sahabat Fomia
Karya : Akram Al Haqq


 
Hari Jumat Hujan Lebat
Awan mendung hitam Pekat
Rayuanmu sungguh hebat
Mampu membuatku terpikat

Itu bukan salahmu
Tapi salah yang membantu
Takdir cintaku adalah kamu
Yang akan selalu melekat pada diriku

Sungguh bahaya ular berbisa
Bila tergigit akan koma
Sungguh bahagia kurasa
Bila kita selalu bersama

Minggu, 16 Agustus 2015

DOA ANAK UNTUK AYAH DAN IBU


tangisan penuh dengan haru

menggetarkan semua sukmaku


tak kala kulepaskan kepergianmu oh ayah dan ibu yang tercinta

jelanglah segera,jelanglah kiblatmu

wujudkan angan-angan yang telah lama kau impikan

tunaikan titah ilahi rabbi

ingin kunanti kerudungmu,


ayah,,,,,,ibu kutunggu ihrammu

tuhan dengarkan doaku,,,,,,,,,,

lindungi mereka dari segala berhajatnya,,,,,,

ya Allah hanya itulah yang hamba pinta kepadamu

ikhlas hatiku dan telah pasrah jiwaku.


selamat berjuang untukmu, ooh Ayah dan ibu tercinta.

aku disini berteman dengan rindu.

pergilah pergiii berbekal dengan imanmu, aku hanya bisa berdoa untukmu.



                                                                   Maulana(Glenn)

Sabtu, 11 Juli 2015

JATUH CINTA



Cinta bertahta indah
Rindu menyelimuti relung hati
Bagai dihempas oleh daun
tanpa luka...
tanpa sakit...
tanpa bekas..,

Cinta mengubah pahit menjadi manis
Mengubah gelap menjadi terang
Mengubah tangis menjadi tawa
Mengubah duka menjadi suka



Cinta menghiasi malam dengan bulan
Bertabur bintang hingga terang
Memenuhi hati yang berbunga
Bersama jiwa yang berbinar



Hingga raga & jiwa terlelap
cinta mengintari mimpi
Membawa semua rasa menjadi satu
Hingga penantian berakhir
Cinta menjadi sang keindahan...

                                             By : Isra Wahyuni