Karya : My W
Kisah seorang gadis yang bernama
indah. Dia sedang patah hati, gara-gara
pacarnya yang menikah dengan orang lain.ketika itu dia sangat sedih dan dia
teringat yang dikatakan oleh temannya ‘’katanya perlu untuk bertemu seseorang
yang salah dulu, agar bisa bertemu dengan soulmate kita’’. Dia berkata dalam
hatinya ‘’ya Allah izinkan aku dipertemukan langsung dengan jodohku aja, supaya
gak patah hati dan gak ada yang saling tersakiti satu sama lain’’. Setelah
kejadian tersebut dia sangat sedih, dan pada akhirnya sahabatnya mempunyai ide
untuk membuat proposal untuk mencari jodoh buat indah. Idenya sangat konyol,
tapi indah tetap mengikuti saran dari siska. Satu persatu proposal jodoh itu
diterima oleh indah, sayangnya satu pun tidak ada yang cocok.
Setahun kemudian nasib indah masih
seperti dulu, dia masih sibuk dengan banyaknya proposal yang diberikan indah
kepadanya. Tetap saja indah belum menemukan pujaan hatinya. Dia berkata dalam
hatinya ‘’sebenarnya aku udah siap buka hati gak ya ??’’ kemudian indah melaksanakan
shalat malam, setelah itu dia membaca buku tentang Anugerah Keterkabulan Doa. Setelah dia membaca buku tersebut,
langsung dalam hatinya dia berkata ‘’masa lalu sudah lewat, kini masa depan
sedang menanti, semangat indah’’ sambil tersenyum.
Keesokan harinya siska menelpon indah
menanyakan tentang jodoh yang sudah di carinya.
Siska :
indah bagaimana kedekatan kamu dengan iqbal?
Tanpa mengucapkan salam, siska
langsung to the point ke masalahnya, lalu indah menjawabnya dengan salam.
Indah :
assalamua’laikum..
Siska :
walaikumsalam (sambil tersenyum), jadi gimana?
Indah :
gak tau sis,, aku belum tau ni
Siska :
jadi iqbal itu orangnya patuh sama orang tua, suka sama anak kecil, tapi agak
pelit. Jadi iqbal itu kayak dude herlino KW 2 masih ready stock, jarang ada
cowok seperti dia.
Indah :
online shop kali sis (sambil tersenyum)
Siska :
istikharah ya indah,,please.
Indah :
iya...
Siska :
assalamua’laikum
Indah :
walaikumsalam
Setelah dia mematikan telponnya, dia
melihat lagi biodata calon pujaan hatinya yang bernama Ahmad, sambil
senyum-senyum sendiri. Kemudian dia langsung menuju dapur untuk memasak seperti
biasanya, dalam hatinya berkata ‘’mengapa harus resah belum menikah, jalani
saja peranmu sebagai muslimah dengan sebaik-baiknya. Berbakti kepada orang tua,
belajar ilmu agama dan bersahabat dengan
siapa saja’’.
Kemudian dia langsung ke butik milik
ibunya, disana dia bertanya kepada ibunya tentang bagaimana awalnya mereka
bertemu.
Indah :
ibu...
Ibu :
iya...
Indah :
ibu bisa suka sama ayah gimana ceritanya sih?
Ibu :
dijodohin. Tapi pertamanya ibu gak setuju sih (sambil ketawa) .
Indah :
terus kenapa ibu bisa mau menikah sama ayah?
Ibu :
karena ayah kamu lucu. Kita itu cari pasangan untuk seumur hidup, nanti ketika
sudah tua, ketika rumah sudah sepi karena anak-anak sudah menikah, ibu yakin
ayah kamu bisa menghibur ibu (sambil tersenyum). Kita itu bisa jatuh cinta
dalam hitungan detik, tapi butuh waktu sepanjang masa untuk merawatnya dan itu
tidak mudah. Ibu yakin, ayah pasti bisa.
Indah :
jadi selain soleh, tulus juga lucu ya bu?
Ibu :
iya itu tergantung suasana (sambil tersenyum). Tapi kalo soleh, tulus, lucu
tapi pengangguran, kamu mau?
Indah :
sambil tersenyum
Keesokan harinya siska datang ke
rumah indah, tapi siska tetap saja menanyakan masalah iqbal kepadanya.
Siska :
indah, jadi gimana kelanjutan hubungan kamu sama iqbal?
Indah :
eum...
Siska :
kalau kamu gak mau lanjut, aku mau nawarin firman (senyum) kamu tau Firman kan
?
Indah :
tau....
Siska :
yang orangnya kriteria kamu banget. Yangtegas, lembut dan rajin shalat malam.
Indah :
kalao sama salman nilainya berapa?
Siska :
indah..indah..indah.. liat mataku
Indah :
iya...
Siska :
kamu bisa nulis??
Indah :
iya,,bisa.
Siska :
baca Al-qur’an?
Indah :
bisa
Siska :
bisa move on???
Indah :
enggak......
Siska :
ya ampun deh indah (sambil menepukkan tangannya ke kepala)
Setelah mereka curhat-curhatan,
akhirnya siska pulang ke rumahnya. Kemudian indah duduk di ruang tamu bersama
ibunya, sambil bertanya ‘’bu...ayah dimana ? ibunya menjawab itu lagi nabung di
kamar mandi (sambil ketawa)’’. Indah menjawab ‘’ ya ampun....’’. ibunya
bertanya karena penasaran ‘’kenapa??’’ indah menjawab ‘’’gak ada, ini urusan
ayah sama anak perempuannya (sambil tersenyum)’’.
Di waktu malam indah,ibu dan ayahnya
berkumpul di ruang keluarga. Indah dan ibunya sibuk dengan bukunya
masing-masing, sedangkan ayahnya sibuk dengan gadget sambil tertawa sendiri.
Tiba-tiba ada yang datang, kemudian ayah berkata kepada indah ‘’itu liat, jodoh
pasti bertamu (tertawa) ya udah kamu langsung ke kamar’’, apaan sih yah ‘’indah
menjawabnya’’. Ayah langsng membukakan pintu, ternyata itu adalah ican, dia
adalah tetangga mereka.
Ayah :
eh ican,, masuk....
Ican :
iya om
Ayah :
gimana? Apakamu masih jualan gadget di Jakarta??
Ican :
alhamdulillah masih om
Ayah :
jual iphone 6 gak??
Ican :
ada sih om...mau??
Ayah :
kalau boleh sih satu, kan ada enam (sambil tertawa)
Ican :
hehehe....si om bisa aja..
Ayah :
eum... gini can,, katanya kamu lagi nyari jodoh??
Ican :
iya om...
Ayah :
sama kalau gitu, Indah juga lagi cari calon suami. Mudah-mudahan kamu cocok ya
sama indah, om sih dukung
Ican :
mudah-mudahan om, mohon doanya ya....
Ayah :
kalau jatuh cinta, bilang sama yang punya hatinya ALLAH. Ya udah minum dulu
Ican :
iya om, makasih.
Ayah :
buruan bu kesini, ican sudah datang ni
Dikamar indah sedang melihat
biodata-biodata calon suaminya. Dia membayangkan mereka satu persatu, kemudian
dia langsung keluar menuju ruangan keluarga, dan dia berkata kepada ayahnya,
Indah :
ayah...indah mau minta izin, indah mau menikah dengan laki-laki pilihan indah
Ayah :
siapa?? Kok kamu gak pernah cerita ( terkejut).
Ibu :
emang udah ada yang tanya sama kamu?
Indah :
insya Allah indah sudah yakin sama dia yah
Ayah :
indah...ayah hanya mau kamu menikah dengan ican. Liat dia, ican itu hampir
tidak ada kekurangan sedikit pun (sambil marah).
Ibu :
iya indah. Ican itu sabar, orang tuanya sudah kenal sama ayah dan ibu, pastinya
bisa membimbing kamu.
Indah :
tapi indah cocok sama dia bu. Ibu yang bilang sendiri kan?? Kalo nikah itu gak
sehari dua hari. Nikah itu harus pakek hati bu.
Ayah :
dengar ya indah...dengar... coba kamu pikir lagi. Ayah Cuma mau kamu nikah sama
ican (marah).
Keesokan harinya dia menceritakan
masalah itu kepada siska.
Indah :
orang tuaku gak setuju, mereka gak setuju. Aku udah coba shalat istikharah lalu
aku mimpi, dan aku liat wajahnya Firman .
Siska :
jawaban istikharah itu gak selalu lewat mimpi loh, coba shalat lagi ya. Mintak
petunjuk dan jalan keluar. Tapi kalo kamu yakin sama dia bicarakan lagi sama
orang tua kamu. Minta bantuan sama om kamu deh, biar dia bujuk orang tua kamu.
Setelah itu indah langsung pergi ke
rumah om indra, disitu dia meminta solusi tentang masalahnya.
Indah :
om...bisa gak bujuk ayah lagi,,please....
Om indra : begini loh indah susah. Dari awal ayah gak setuju sama
pilihan kamu, lagian ayah kamu orangnya keras, kan kamu tau. Kalo dia bilang A
ya tetap A, gak akan berubah. Om tidak bisa bantu lebih banyak lagi. Gini ya,,
alasan kamu menolak itu apa sih?? Emang seberapa taat pilihan kamu, dan berapa
juz dia sudah bisa menghafal al-qur’an. Kalo memang pilihan kamu itu jauh dari
larangan syar’i, lebih baik kamu kembali kepada pilihan orang tuamu.
Indah :
(sambil menangis)
Kemudian
dia pulang, dan langsung masuk ke kamar. Dikamarnya dia selalu memikirkan
tentang perjodohan itu. Dia asik mondar-mandir di kamar, membaca al-qur’an
berulag-ulang dan memandangi fotonya ican. Sedangkan diluar tiba-tiba ican
mengirim SMS kepada ayahnya indah, dan isi pesannya ‘’ ican mintak maaf om,
ican belum siap untuk menikah dengan indah’’. Setelah membaca pesan tersebut
ayahnya indah sangat kecewa dan dia langsung menceritakannya kepada ibunya
indah.
Tiba-tiba
indah menghampiri kedua orang tuanya di ruang keluarga. Dan membicarakan
tentang perjodohannya.
indah : ibu....
ibu : iya sayang...
indah : percuma kalau cuma indah aja yang bahagiatapi
ayah ibu gak bahagia, karena ridha Allah itu ridha orang tua juga. Insya Allah
indah siap ta’aruf sama ican, karena proposal jodoh yang di tawarin sama siska,
sudah indah buang semua.
Ibu : ayah....
Ayah : ibu aja yang ngomong, ayah gak berani..
Ibu : ngomong aja yah..
Ayah : umm,, indah... ayah minta maaf karena ican
menolak perjodohan.
Indah : (menangis)
Indah
langsung masuk ke kamarnya dan dia menangis semalaman dan dia berkata dalam
hatinya ‘’ya Allah hati ini milikmu, aku ikhlaskan penantian ini untuk menjadai
sebaik-baiknya hambamu. Masih banyak catatan tanggung jawabku untuk beribadah ,
berbagi kepada setiap muslimah dan berbakti kepada orang tuaku. Jodoh itu tak
akan datang tepat waktu, tapi dia akan datang di waktu yang tepat’’.
Setahun
kemudian tiba-tiba ada yang datang ke rumahnya dan langsung melamar indah.
Orang tua indah langsung menerimanya dan indah juga senang dengan pria
tersebut. Lalu indah berkata dala hatinya:
‘’Dia
meski kau jaga sepenuh jiwa, kalau kata Allah tak berjodoh akan pisah juga. Dia
meski tak pernah bertemu muka kalau kata Allah jodoh, pasti bertemu juga’’.
Begitulah
cerita indah yang harus menghadapi masalah hati yang begitu rumit,tapi pada
akhirnya dia menemukan pujaan hatinya








0 komentar:
Posting Komentar