Forum Menulis Mahasiswa Institut

Selasa, 08 September 2015

Ketika Hati Harus Memilih



Karya : My W

Kisah seorang gadis yang bernama indah. Dia sedang  patah hati, gara-gara pacarnya yang menikah dengan orang lain.ketika itu dia sangat sedih dan dia teringat yang dikatakan oleh temannya ‘’katanya perlu untuk bertemu seseorang yang salah dulu, agar bisa bertemu dengan soulmate kita’’. Dia berkata dalam hatinya ‘’ya Allah izinkan aku dipertemukan langsung dengan jodohku aja, supaya gak patah hati dan gak ada yang saling tersakiti satu sama lain’’. Setelah kejadian tersebut dia sangat sedih, dan pada akhirnya sahabatnya mempunyai ide untuk membuat proposal untuk mencari jodoh buat indah. Idenya sangat konyol, tapi indah tetap mengikuti saran dari siska. Satu persatu proposal jodoh itu diterima oleh indah, sayangnya satu pun tidak ada yang cocok.
Setahun kemudian nasib indah masih seperti dulu, dia masih sibuk dengan banyaknya proposal yang diberikan indah kepadanya. Tetap saja indah belum menemukan pujaan hatinya. Dia berkata dalam hatinya ‘’sebenarnya aku udah siap buka hati gak ya ??’’ kemudian indah melaksanakan shalat malam, setelah itu dia membaca buku tentang Anugerah Keterkabulan Doa. Setelah dia membaca buku tersebut, langsung dalam hatinya dia berkata ‘’masa lalu sudah lewat, kini masa depan sedang menanti, semangat indah’’ sambil tersenyum.
Keesokan harinya siska menelpon indah menanyakan tentang jodoh yang sudah di carinya.
Siska   : indah bagaimana kedekatan kamu dengan iqbal?
Tanpa mengucapkan salam, siska langsung to the point ke masalahnya, lalu indah menjawabnya dengan salam.
Indah : assalamua’laikum..
Siska   : walaikumsalam (sambil tersenyum), jadi gimana?
Indah : gak tau sis,, aku belum tau ni
Siska   : jadi iqbal itu orangnya patuh sama orang tua, suka sama anak kecil, tapi agak pelit. Jadi iqbal itu kayak dude herlino KW 2 masih ready stock, jarang ada cowok seperti dia.
Indah : online shop kali sis (sambil tersenyum)
Siska   : istikharah ya indah,,please.
Indah : iya...
Siska   : assalamua’laikum
Indah : walaikumsalam
Setelah dia mematikan telponnya, dia melihat lagi biodata calon pujaan hatinya yang bernama Ahmad, sambil senyum-senyum sendiri. Kemudian dia langsung menuju dapur untuk memasak seperti biasanya, dalam hatinya berkata ‘’mengapa harus resah belum menikah, jalani saja peranmu sebagai muslimah dengan sebaik-baiknya. Berbakti kepada orang tua, belajar ilmu  agama dan bersahabat dengan siapa saja’’.
Kemudian dia langsung ke butik milik ibunya, disana dia bertanya kepada ibunya tentang bagaimana awalnya mereka bertemu.
Indah : ibu...
Ibu      : iya...
Indah : ibu bisa suka sama ayah gimana ceritanya sih?
Ibu      : dijodohin. Tapi pertamanya ibu gak setuju sih (sambil ketawa) .
Indah : terus kenapa ibu bisa mau menikah sama ayah?
Ibu      : karena ayah kamu lucu. Kita itu cari pasangan untuk seumur hidup, nanti ketika sudah tua, ketika rumah sudah sepi karena anak-anak sudah menikah, ibu yakin ayah kamu bisa menghibur ibu (sambil tersenyum). Kita itu bisa jatuh cinta dalam hitungan detik, tapi butuh waktu sepanjang masa untuk merawatnya dan itu tidak mudah. Ibu yakin, ayah pasti bisa.
Indah : jadi selain soleh, tulus juga lucu ya bu?
Ibu      : iya itu tergantung suasana (sambil tersenyum). Tapi kalo soleh, tulus, lucu tapi pengangguran, kamu mau?
Indah : sambil tersenyum

Keesokan harinya siska datang ke rumah indah, tapi siska tetap saja menanyakan masalah iqbal kepadanya.
Siska   : indah, jadi gimana kelanjutan hubungan kamu sama iqbal?
Indah : eum...
Siska   : kalau kamu gak mau lanjut, aku mau nawarin firman (senyum) kamu tau Firman kan ?
Indah : tau....
Siska   : yang orangnya kriteria kamu banget. Yangtegas, lembut dan rajin shalat malam.
Indah : kalao sama salman nilainya berapa?
Siska   : indah..indah..indah.. liat mataku
Indah : iya...
Siska   : kamu bisa nulis??
Indah : iya,,bisa.
Siska   : baca Al-qur’an?
Indah : bisa
Siska   : bisa move on???
Indah : enggak......
Siska   : ya ampun deh indah (sambil menepukkan tangannya ke kepala)

Setelah mereka curhat-curhatan, akhirnya siska pulang ke rumahnya. Kemudian indah duduk di ruang tamu bersama ibunya, sambil bertanya ‘’bu...ayah dimana ? ibunya menjawab itu lagi nabung di kamar mandi (sambil ketawa)’’. Indah menjawab ‘’ ya ampun....’’. ibunya bertanya karena penasaran ‘’kenapa??’’ indah menjawab ‘’’gak ada, ini urusan ayah sama anak perempuannya (sambil tersenyum)’’.
Di waktu malam indah,ibu dan ayahnya berkumpul di ruang keluarga. Indah dan ibunya sibuk dengan bukunya masing-masing, sedangkan ayahnya sibuk dengan gadget sambil tertawa sendiri. Tiba-tiba ada yang datang, kemudian ayah berkata kepada indah ‘’itu liat, jodoh pasti bertamu (tertawa) ya udah kamu langsung ke kamar’’, apaan sih yah ‘’indah menjawabnya’’. Ayah langsng membukakan pintu, ternyata itu adalah ican, dia adalah tetangga mereka.
Ayah  : eh ican,, masuk....
Ican    : iya om
Ayah  : gimana? Apakamu masih jualan gadget di Jakarta??
Ican    : alhamdulillah masih om
Ayah  : jual iphone 6 gak??
Ican    : ada sih om...mau??
Ayah  : kalau boleh sih satu, kan ada enam (sambil tertawa)
Ican    : hehehe....si om bisa aja..
Ayah  : eum... gini can,, katanya kamu lagi nyari jodoh??
Ican    : iya om...
Ayah  : sama kalau gitu, Indah juga lagi cari calon suami. Mudah-mudahan kamu cocok ya sama indah, om sih dukung
Ican    : mudah-mudahan om, mohon doanya ya....
Ayah  : kalau jatuh cinta, bilang sama yang punya hatinya ALLAH. Ya udah minum dulu
Ican    : iya om, makasih.
Ayah  : buruan bu kesini, ican sudah datang ni

Dikamar indah sedang melihat biodata-biodata calon suaminya. Dia membayangkan mereka satu persatu, kemudian dia langsung keluar menuju ruangan keluarga, dan dia berkata kepada ayahnya,
Indah : ayah...indah mau minta izin, indah mau menikah dengan laki-laki pilihan indah
Ayah  : siapa?? Kok kamu gak pernah cerita ( terkejut).
Ibu      : emang udah ada yang tanya sama kamu?
Indah : insya Allah indah sudah yakin sama dia yah
Ayah  : indah...ayah hanya mau kamu menikah dengan ican. Liat dia, ican itu hampir tidak ada kekurangan sedikit pun (sambil marah).
Ibu      : iya indah. Ican itu sabar, orang tuanya sudah kenal sama ayah dan ibu, pastinya bisa membimbing kamu.
Indah : tapi indah cocok sama dia bu. Ibu yang bilang sendiri kan?? Kalo nikah itu gak sehari dua hari. Nikah itu harus pakek hati bu.
Ayah  : dengar ya indah...dengar... coba kamu pikir lagi. Ayah Cuma mau kamu nikah sama ican (marah).

Keesokan harinya dia menceritakan masalah itu kepada siska.
Indah : orang tuaku gak setuju, mereka gak setuju. Aku udah coba shalat istikharah lalu aku mimpi, dan aku liat wajahnya Firman .
Siska   : jawaban istikharah itu gak selalu lewat mimpi loh, coba shalat lagi ya. Mintak petunjuk dan jalan keluar. Tapi kalo kamu yakin sama dia bicarakan lagi sama orang tua kamu. Minta bantuan sama om kamu deh, biar dia bujuk orang tua kamu.
Setelah itu indah langsung pergi ke rumah om indra, disitu dia meminta solusi tentang masalahnya.
Indah             : om...bisa gak bujuk ayah lagi,,please....
Om indra      : begini loh indah susah. Dari awal ayah gak setuju sama pilihan kamu, lagian ayah kamu orangnya keras, kan kamu tau. Kalo dia bilang A ya tetap A, gak akan berubah. Om tidak bisa bantu lebih banyak lagi. Gini ya,, alasan kamu menolak itu apa sih?? Emang seberapa taat pilihan kamu, dan berapa juz dia sudah bisa menghafal al-qur’an. Kalo memang pilihan kamu itu jauh dari larangan syar’i, lebih baik kamu kembali kepada pilihan orang tuamu.
Indah             : (sambil menangis)

            Kemudian dia pulang, dan langsung masuk ke kamar. Dikamarnya dia selalu memikirkan tentang perjodohan itu. Dia asik mondar-mandir di kamar, membaca al-qur’an berulag-ulang dan memandangi fotonya ican. Sedangkan diluar tiba-tiba ican mengirim SMS kepada ayahnya indah, dan isi pesannya ‘’ ican mintak maaf om, ican belum siap untuk menikah dengan indah’’. Setelah membaca pesan tersebut ayahnya indah sangat kecewa dan dia langsung menceritakannya kepada ibunya indah.
            Tiba-tiba indah menghampiri kedua orang tuanya di ruang keluarga. Dan membicarakan tentang perjodohannya.
            indah : ibu....
            ibu      : iya sayang...
            indah : percuma kalau cuma indah aja yang bahagiatapi ayah ibu gak bahagia, karena ridha Allah itu ridha orang tua juga. Insya Allah indah siap ta’aruf sama ican, karena proposal jodoh yang di tawarin sama siska, sudah indah buang semua.
            Ibu      : ayah....
            Ayah  : ibu aja yang ngomong, ayah gak berani..
            Ibu      : ngomong aja yah..
            Ayah  : umm,, indah... ayah minta maaf karena ican menolak perjodohan.
            Indah : (menangis)

            Indah langsung masuk ke kamarnya dan dia menangis semalaman dan dia berkata dalam hatinya ‘’ya Allah hati ini milikmu, aku ikhlaskan penantian ini untuk menjadai sebaik-baiknya hambamu. Masih banyak catatan tanggung jawabku untuk beribadah , berbagi kepada setiap muslimah dan berbakti kepada orang tuaku. Jodoh itu tak akan datang tepat waktu, tapi dia akan datang di waktu yang tepat’’.


            Setahun kemudian tiba-tiba ada yang datang ke rumahnya dan langsung melamar indah. Orang tua indah langsung menerimanya dan indah juga senang dengan pria tersebut. Lalu indah berkata dala hatinya:
            ‘’Dia meski kau jaga sepenuh jiwa, kalau kata Allah tak berjodoh akan pisah juga. Dia meski tak pernah bertemu muka kalau kata Allah jodoh, pasti bertemu juga’’.
            Begitulah cerita indah yang harus menghadapi masalah hati yang begitu rumit,tapi pada akhirnya dia menemukan pujaan hatinya

0 komentar:

Posting Komentar