Bila orang mengatakan cinta itu bisa membuat kita gila
dan buta, memang benar, karna hanya gara-gara cinta kita bisa tertawa dan
menangis sendiri. Tapi bagiku itu adalah hal yang biasa, karena kau tidak mau
mengenal yang mananya cinta, cinta itu bisa membuat kita lupa akan semua hal.
Jadi lebih baik aku memikirkan pelajaran daripada memikirkan percintaan. Hal
ini tidak berlaku terhadap teman-teman kelasku, mereka kebanyakan membahas
tentang cinta, sampa-sampai aku bosan dengan pembahasan mereka, karena setiap
harinya mereka hanya bisa bercerita tentang CINTA. Emang sehebat apa cinta,
bisa membuat orang menjadi lupa akan segala hal. Mmm bagiku tidak ada hal yang
menarik tentang cinta, karena cinta itu bisa menghalangi cita-cita kita, apakah
mereka bisa mati hanya karena mereka tidak mengenal cinta? ‘’ujarku dalam
hati’’. Aku bingung melihat tingkah teman-temanku dkelas, ada yang senyum
dengan hanya membaca SMS di handphonenya, ada yang senang karena bisa selalu
dekat sang pujaan hati. Aku tertawa sendiri dalam hati melihatnya.
Suatu pagi setibanya aku disekolah, aku melihat
seorang temanku yang menyendiri di samping jendela, tenyata dia sedang
menangis, aku langsung menghampirinya dan bertanya padanya ‘’apa yang terjadi
padamu?’’ dia menjawab ‘’aku diputusin sama pacarku’’aku tertawa dalam hati.
Apakah kamu tidak malu hanya karena satu orang lelaki kamu bisa menangis
seperti ini? Masih banyak lelaki yang bisa menjadi pangeran di hati kamu
‘’ujarku, dia menjawab ‘’karena aku terlalu sayang sama dia, jadi aku belum
bisa melupakan dia, memangnya kamu gak pernah merasakan hal yang sama seperti
aku? ‘’dia balik bertanya’’. Dengan tegas aku langsung menjawab ‘’BELUM’’,
gara-gara aku menjawab begitu, yang tadinya temanku menangis akhirnya dia
tertawa hanya karena jawaban dariku. Dia heran bagaimana bisa aku belum
mengenal bagaimana rasanya jatuh cinta. Kemudian dia berkata padaku, ‘’besok
pulang sekolah kamu temenin aku sebentar buat ketemu sama kawan aku’’ aku tidak
tau entah apa maksudnya mengajakku besok. Keesokan harinya bel pulang pun
berbunyi dan dia langsung menarikku keluar kemudian kami berjalan menemui
temannya. Ternyata dia ingin mengenalkanku kepada temannya, mau gak mau
terpaksa aku harus berkenalan dengannya.
Keesokan harinya temannya mengajak kami untuk bertemu
kembali, aku malas untuk bertemu dengan temannya itu, tapi dia selalu memaksaku
untuk pergi dengannya, akhirnya aku ikut bersamanya. Hari demi hari aku selalu
bertemu dengannya, aku selalu mencari cara bagaimana aku tidak bertemu
dengannya, tapi sepertinya takdir ingin selalu mempertemukan kami. Huuft,, semakin
hari aku semakin malas untuk bersekolah karena aku tidak ingin berjumpa
denganya, tapi apa boleh buat, aku tidak boleh sehari pun bolos sekolah hanya
demi lelaki itu ‘’gumamku dalm hati.
Dengan hati tenang aku langsung berangkat ke sekolah,
gak di sangka tiba-tiba datang seorang laki-laki menghampiriku, ternyata itu
adalah dia, aku merasa kesal dalam hati dan berkata ‘’kenapa aku harus bertemu
dengannya dan kenapa dia selalu menghantuiku’’. Kemudian dia bertanya padaku,
‘’apakah kamu mau saya antar?’’ saya langsung menjawab tidak. Tapi dia masih
saja mengikutiku dari belakang, sampai-sampai aku merasa takut terhadapnya.
Setibanya aku di sekolah temanku langsung menghampiriku dan mengajakku untuk
bertemu dengannya selepas pulang sekolah, aku langsung menolaknya, tapi temanku
bersikeras untuk mengajakku berjumpa dengannya. Akhirnya aku menuruti
permintaan temanku dan bertemu dengannya. Ketika aku bertemu dengannya,
tiba-tiba dia mengatakan kalau dia sudah lama menyukaiku, aku terkejut
mendengar perkataannya tersebut. Aku bingung apa yang harus aku jawab,
perasaanku jadi campur aduk. Aku menjawab ‘’beri aku waktu seminggu untuk
memikirkan pertanyaan dari kamu, tapi kalau emang kamu gak mau tunggu jawaban
dari aku, gak papa kok. Aku akan nunggu sampai kapan pun yang kamu mau
‘’jawabnya tegas’’.
Setelah kejadian itu, aku selalu membayangkan dia, dia
selalu ada dalam pikiran aku, apakah aku benar-benar merasa jatuh cinta? Dimana
sesuatu yang belum perna aku alami. Hari demi hari kami bertemu, tapi kami
tidak pernah berbicara, sampai tiba juga hari dimana aku harus memberikan
kepastian tentang pertanyaanya. Sampai-sampai aku berpikir untuk tidak mau
bersekolah pada hari itu, tapi aku tidak boleh ingkar janji, aku harus berani,
jangan jadi pengecut hanya karena ini, ‘’gumamku dalam hati. Langsung aku
berangkat ke sekolah, dan setibanya aku disekolah, aku di sambut dengan
pertanyaan yang banyak oleh teman-temanku, tapi aku tidak mempeduliakn
pertanyaan mereka, aku langsung duduk di tempatku. Jam pelajaran pun di mulai,
ku hanya memikirkan dia, sampai-sampai aku tidak mempedulikan guru yang sedang
sibuk menerangkan pelajaran di depan.
Bel pulang pun berbunyi dan aku langsung bergegas
pulang, tiba-tiba aku melihat seorang lelaki yang nampaknya telah lama
menungguku, siapa lagi kalau bukan dia. Sedikit demi sedikit dia berjalan
menghampiriku, dan dia langsung menanyakan jawaban dari pertanyaanya. Seketika
aku langsung menjawab ‘’iya aku terima kamu’’, tiba-tiba terdengar tepukan
tangan dari belakang kami, ternyata itu adalah teman-temanku, tanpaku sadari
ternyata mereka sudah dari tadi memperhatikan kami berdua.
Akhirnya aku merasakan apa itu artinya cinta, tapi
cerita cintaku gak sama seperti mereka, aku jadi lebih semangat belajar karena
aku di dampingi oleh dua orang, yang pertama orang tuaku dan yang kedua dia.
Jadi gak semua orang mempunyai cerita cinta yang sama, tergantung bagaimana
mereka menjalani hubungannya.
Oleh : My W








0 komentar:
Posting Komentar