| Opak 2014 |
by; Agsal RJ
Mungkin artikel mengenai tema besar kita di atas sudah banyak ditawarkan oleh penulis artikel lainnya tapi ini sangat menarik bagi penulis. Penulis merupakan seorang mahasiswi semester lima. Dalam menempuh perkuliahan banyak hal yang ia lakukan. Banyak yang berpendapat bahwa mahasiswa itu jangan hanya berfokus pada akademik tapi mahasiswa yang baik juga merupakan aktivis kampus. Kata aktivis kampus di sini bukan hanya tergabung pada sebuah organisasi tetapi turut serta di dalamnya.
Semester pertama hingga kedua, penulisbergabung pada sebuah lembaga pers mahasiswa di kampus. Banyak hal yang ia dapatkan di sana termasuk mendapatkan banyak teman dari berbagai fakultas dan tingkatan. Mula-mula menjalani hidup menjadi aktivis itu sangat sulit karena selalu saja ada bentrokan antara kuliah dan organisasi. Ia yang masih lugu kadang dengan mudah memutuskan untuk lebih fokus pada kegiatan organisasinya. Pernah suatu saat ia mendapatkan sebuah nasihat dari seorang guru ketikapenulis izin untuk meninggalkan kelas, “sesuatu di luar sana harus lebih baik dan bermanfaat daripada di dalam sini,” katanya datar namun mengandung sejuta arti. Aku yang sekali sangat lugu memilih untuk keluar kelas. Tidak terhenti sampai di situ, banyak lagi hal-hal yang saling bertentangan di sana. Permasalahan ini pun sampai juga di rumah. Kedua orang tuaku menentang habis-habisan. Pasalnya, aku selalu pulang larut bahkan tak jarang menginap di kampus meskipun esok hari perkuliahan dimulai di jam pertama.
Bapak berkata, “apa manfaat kamu tergabung di situ (organisasiku)?”. Lalu aku jawab, “banyak dong, dapet teman banyak, ilmu banyak terus lis kan juga suka nulis jadi bisa nulis di situ. Tulisannya dibaca seluruh mahasiswa di kampus loh!” jawabku dengan berusaha meyakinkan. “Oh, trus ada hubungannya gak sama kuliah kamu?mengganggu kuiahmu gak? Jawab Bapak lagi. Saat itu aku enggan jawab karna tahu maksud bapakku.
Tapi aku tetap survive. Pulang malam masih, nginep masih, bolos masih dan izin pun masih. Alhasil, nilai di akhir semester stuku jeblok! Bagi seorang mahasiswa baru mendapatkan nilai dengan sebaik mungkin itu mudah karna pelajarannya mudah tapi tidak denganku. Aku tak berhenti memandangi layar yang menampilkan nilai keseluruhan aku belajar selama satu semester ini. “BODOH!” Jauh melayang pikiranku kemana-mana. Dalam hatiku berpikir, “apa iya ini taruhannya jika menjadi seorang aktivis?” lalu dalam sadar aku menyangkal, “aah ini aku saja yang kelewat bodoh!” lalu aku berlalu begitu saja. Melupakan problema sebagai mahasiswa baru hingga akhir semester dua aku memutuskan untuk menyudahi kegiatanku itu. FOKUS KULIAH! Pikirku.
Lalu ku mulai benahi semua yang terlanjur buruk. Dimulai dengan melakukan SP (Semester Pendek) pada beberapa mata kuliah bernilai C..Sungguh banyak sekali huruf C pada nilai semester awalku itu. Tak hanya SP, sejak saat itu aku memikirkan strategi untuk mendapatkan nilai bagus. Ku mulai dengan bergabung pada teman-teman sekelasku yang rajin. Sejak saat itulah aku berteman dekat dengan Dhea, Iin, Dian, Windy, Wahyu dan Aziz. Mereka kawan terbaikku ya Tuhan. Dari mereka aku tau bagaimana caranya menghargai waktu dengan melakukan hal yang bermanfaat, mereka juga sederhana. Pokoknya baiiik... mulai keluar jalur nih.
Ujian akhir di semester dua mampu ku lewati dengan lebih baik dari sebelumnya meskipun masih ku lihat huruf C bertengger di Kartu Hasil Semesterku. Hanya ada beberapa huruf C, setidakya teroati dengan hadirny huruf A, tak seperi semester satu yang tak kutemui huruf A.
Keluargaku berkata inilah hasilmu yang sebenernya, karna kami yakin kamu mampu hanya saja kemarin sempat terganjal organisasi. Menurutku bukan karna itu tapi lebih bagaimana uayaku untuk memperbaiki pola belajarku. Aku lebih rajin ke perpustakaan untuk sekadar baca bahkan hanya menonton DVD. Kegiatanku di perpustakaan jauh lebih sering ketimbang nongkrong untuk mengopi bersama teman. Kadang aku rindukan momen-momen bersama kawan AKU: mengopi, makan bareng hingga mencandai satu sama lain.
Pada semester dua hingga tiga ini aku nyaris tak melakukan kegiatan selain berkuliah dengan segala aktivitas di dalamnya. Aku tak tergabung dalam organisasi apapun. Sepi rasanya, aku yang memang hobi main ini merasa kesepiaaan..sepiiiiiii






0 komentar:
Posting Komentar