Forum Menulis Mahasiswa Institut

Jumat, 31 Juli 2015

[Jangan] Pacaran



      Ini bukan tentang aku tapi tentang mereka yang memilih pilihan karena prinsip iman.
     
      Terkadang hidup begitu lucu, dimana mayoritas menjadi prioritas. Orang-orang yang menganggap kesalahan itu tak menjadi masalah karena banyak yang melakukannya dan bahkan parahnya ada sebagian orang yang mengganggap kesalahan itu sendiri menjadi benar. Lalu kebenaran menjadi tabu, seolah-olah kau akan benar jika mengikuti yang mereka lakukan.
      Seperti halnya pacaran, hubungan yang dibuat atas dasar suka sama suka. Tak ada ikatan apapun, hanya sebuah hubungan yang terjadi ketika salah seorang mengatakan “maukah kau menjadi pacarku” dan seorang lagi menjawab “iya”. Konyolnya meski pun begitu, seseorang bahkan rela mempertaruhkan harga dirinya untuk mempertahankan hubungan tersebut. 


      Lalu mereka, sebagian yang tau bahkan itu tidak benar. Hubungan yang tidak didasarkan dari al-quran dan hadist kemudian tak melakukannya dianggap kolot dan tidak laku. Bahkan sebagian dikucilkan dari pergaulan.
      Sebenarnya apa yang begitu dibanggakan dari sebuah hubungan yang diatas namakan pacaran tersebut.
      Jika remaja-remaja kini mengatakan dengan pacaran bisa meningkatkan semangat belajar dan juga menjadi tempat saling memperbaiki diri. Tapi kenyataanya banyak yang terganggu sekolahnya karena pacaran dan bukannya malah memperbaiki diri tapi merusak diri.
Jika katanya dengan pacaran itu adalah masa penjajakan dimana seseorang mengenal seseorang yang lain untuk membina hubungan yang lebih lanjut (menikah). Maka mengapa harus dengan pacaran? Bahkan islam sendiri memperbolehkan seseorang mengenal seseorang yang lain sebelum menikah namun bukan dengan pacaran tetapi dengan yang disebut “taaruf”. Bahkan banyak yang pacaran bertahun-tahun tapi tidak jadi menikah.
Ayolah, jangan membenarkan hal yang sebenarnya tidak benar. Pacaran itu hanya sebuah ajang yang mendekatkanmu dengan zina sedangkan Allah telah berfirman “ jangan engkau dekati zina”. Bahkan dalam Al-quran tak disebutkan bahwa jangan melakukan zina namun mendekatinya saja tidak diperbolehkan.
Lihatlah, akui pada diri masing-masing. Bagaimana pacaran memberi efek yang besar pada kemungkaran. Jika memang sudah waktunya, suruh dia kerumah beserta kedua orang tuanya dan suruh lamar, tidak harus menjalin hubungan yang sama sekali tidak perlu.
Ketahuilah, jika kini pacaran menjadi mayoritas dalam masyarakat tapi tetap saja itu tidak benar dan jangan pernah membenarkan hal yang salah.

Percayalah dengan firman Allah “sesungguhnya wanita yang baik hanya untuk laki-laki yang baik dan begitu sebaliknya, sedangkan wanita yang buruk hanya untuk laki-laki yang buruk, begitupun sebaliknya”

Jadi jika ingin mendapat jodoh yang baik maka dari sekarang perbaiki diri menjadi baik. Karena jodoh sesungguhnya adalah cerminan dirimu sendiri.


0 komentar:

Posting Komentar